Selasa, 21 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

SUSNO DUAJI Berstatus DPO

Anggi Oktarinda   -   Senin, 29 April 2013, 13:13 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA –Kejaksaan Agung menetapkan status mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Polisi  Purnawirawan Susno Duaji sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Jaksa Agung Basrief Arief menuturkan mulai hari ini, Senin (29/4/2013), status Susno dinyatakan dalam DPO.

Dengan status tersebut, ujar Basrief, maka kemungkinan akan ada tindak lanjut berupa pencekalan dari Kementerian Hukum dan HAM.

"Saya kira hari ini waktunya demikian, yaitu dinyatakan DPO. Nanti ditindaklanjuti," ujarnya ketika ditemui di Gedung Sekretariat Kabinet hari ini, Senin (29/4/2013).

Basrief mengakui hingga saat ini belum mengetahui persis keberadaan Susno. Namun dia mengakui sudah dua kali mengimbau agar Susno bersedia menyerahkan diri.

Basrief menyebutkan koordinasi antara pihaknya dengan pihak Kepolisian RI terus berlangsung. Adapun terkait tindakan Kapolda Jabar yg melindungi Susno, Basrief menilai kewenangan ada di tangan Kapolri.

"Di pengadilan keputusannya sudah berkekuatan hukum tetap," ujarnya.

Hal ini seiring dengan desakan Indonesia Corruption Watch (ICW). Pada Sabtu (27/4/2013), Anggota Badan Pekerja ICW Emerson F. Juntho Emerson mendesak Kejaksaan Agung memasukkan Susno ke dalam DPO karena kurang kooperati dalam memenuhi eksekusi dari Jaksa Agung.


Editor : Sutarno

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.