Kamis, 30 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

SUAP IMPOR SAPI: Mentan Kekeh Pertemuan dengan Luthfi tak Bahas Kuota

Ismail Fahmi   -   Senin, 29 April 2013, 14:33 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA -- Menteri Pertanian Suswono mengakui adanya pertemuan dengan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan di kamar yang disewa Lutfi di Hotel Aryaduta Medan untuk membicarakan data sapi.

Namun Suwono membantah adanya lobi-lobi maupun deal apapun dalam pertemuan tersebut.

"Tidak ada. Sama sekali tidak ada. Tidak ada deal apapun," ujar Suswono ketika ditemui di Gedung Sekretariat Kabinet, Senin (29/4).

Suswono menuturkan dalam pertemuan tersebut, dirinya dan Luthfi membicarakan tentang data sapi, khususnya potensi sapi lokal dalam kaitannya dengan konversi. "Kan sudah saya jelaskan, saya sudah jelaskan juga ke KPK. Betul ada ."

Suswono menuturkan sebetulnya awalnya dirinya meminta pertemuan dengan Luthfi dilakukan di Hotel Santika tempat Suswono menginap dalam rangka kunjungan kerja ke Medan, Sumatera Utara.

"Saya bilang kalau mau ketemu ya ke sini . Tapi pagi-pagi Pak Luthfi bilang sudah menyiapkan sarapan. Ya sudah, kebetulan arah kunjungan kerja saya searah dengan tempat saudara Luthfi menginap," jelasnya.

Suswono mengakui dalam pertemuan tersebut dia tidak setuju dengan data yang disampaikan oleh PT Indoguna karena sudah memegang data dari Institut Pertanian Bogor. (if)


Source : Anggi Oktarinda

Editor : Ismail Fahmi

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.