Sabtu, 01 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Neraca Perdagangan Migas Riau Susut 20,08%

M. Kholikul Alim   -   Rabu, 01 Mei 2013, 13:41 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, PEKANBARU -- Neraca perdagangan minyak dan gas provinsi Riau sepanjang 2 bulan pertama tahun ini menyusut 20,08% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, surplus perdagangan sektor migas Januari--Februari tahun ini mencapai US$834.540,11. Sementara itu, di periode yang sama tahun lalu surplus mencapai US$1,06 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau Mawardi Arsad mengatakan menyusutnya surplus perdagangan disebabkan oleh penurunan nilai ekspor migas sebesar 19,67% dari US$1,1 juta menjadi US$923.673.

 

"Penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya ekspor minyak mentah sebesar 14,4% dan ekspor hasil minyak sebesar 31,44%, ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (1/5/2013).

 

Di sisi lain, nilai impor migas Riau melesat 60,81% dari US$49.831,1 pada periode Januari--Februrai 2012 menjadi US$80.133,51 di periode yang sama tahun ini. Marwadi menjelaskan peningkatan impor disebabkan oleh peningkatan impor hasil minyak sebesar 60,81%.

Anjloknya ekspor migas sepanjang 2 bulan pertama tahun ini berimbas pada penurunan nilai ekspor Riau sebesar 0,21%. Marwadi merinci ekspor migas menyumbang 30,81% ekspor total Riau sebesar US$2,99 juta.

Meski tertekan oleh susutnya ekspor migas, tetapi nilai ekspor Riau Januari--Februari 2013 berhasil tumbuh 9,24%. Kenaikan ekspor non migas yang kontribusinya mencapai 69,19% dari total eskpor menjadi pendorong tumbuhnya ekspor.

Lemak dan minyak hewan nabati yang menjadi komoditas ekspor utama Riau berhasil membukukan US$1,37 juta. Jumlah tersebut meningkat 63,93% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Peningkatan terbesar ekspor non migas bulan Februari dibandingkan dengan bulan Januari 2013 terjadi pada komoditi bubur kayu sebesar US$36,78 juta serta kertas dan karton sebesar US$37,11 juta," terangnya.

Sayangnya, kenaikan ekspor non migas masih lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan impor sektor ini sebesar 29,3%. Walhasil, neraca perdagangan Riau pada dwiwulan pertama tahun ini susut 3,37% dari US$2,76 juta di Januari--Februari 2012 menjadi US$2,67 juta di periode yang sama tahun ini.


Editor : Endot Brilliantono

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.