Jum'at, 01 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

DATA BPS: Deflasi Dialami Manado Bulan Lalu

Yoseph Pencawan   -   Rabu, 01 Mei 2013, 22:35 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, MANADO--Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) mengalami deflasi sebesar 0,56%, pada April 2013.

"Deflasi terjadi karena adanya penurunan indeks pada dua kelompok pengeluaran, yakni bahan makanan sebesar 2,27% dan sandang 0,11%," kata Kepala BPS Sulawesi Utara, Dantes Simbolon, di Manado, Rabu (1/5/2013).

Dantes mengatakan, ada kelompok lain yang mengalami kenaikan indeks yakni makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,59%, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,012%, kelompok kesehatan sebesar 0,28%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,08% kemudian transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,32%.

Ia menjelaskan, pada April ini andil inflasi kelompok bahan makanan adalah sebesar -0,7128%, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,0979%, perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar 0,0049%, sandang -0,0064%, kesehatan 0,0097%, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,0037%, transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0404%.

"Laju inflasi tahun kalender sebesar 1,77%, dan year on year (YoY) April 2012 terhadap 2013 sebesar 4,53%," katanya.

Secara umum menurut Dantes ada 28 kota mengalami inflasi dan 38 mengalami deflasi, di Indonesia dan Manado adalah salah satunya, setelah bulan sebelumnya mengalami inflasi 1,52%.

"Pada April 2013, tujuh kota di Sulawesi mengalami deflasi dan dua inflasi," kata Dantes.

Ia menyebutkan, yang mengalami deflasi tertinggi adalah kota Palu sebesar 0,95%, dan terendah di Pare-Pare sebesar 0,09%, sedangkan inflasi di Watampone sebesar 0,09% dan kendari 0,01%.


Source : Antara

Editor : Other

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.