Senin, 24 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PARIWISATA BALI: Kunjungan Turis Asing Naik 9,2%

Reporter   -   Kamis, 02 Mei 2013, 15:22 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM,DENPASAR—Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara Maret 2013 mencapai 252.210 orang, atau naik sebesar 9,2%. 

Gde Suarsa, Kepala BPS Bali, mengatakan kedatangan wisman ke Bali Maret 2013 mencapai 252.210 orang, dengan wisman yang datang melalui bandara sebanyak 247.024 orang dan yang melalui pelabuhan laut sebesar 5.186 orang.

“Jumlah wisman ke Bali Maret 2013 naik sebesar 9,2%, atau naik 4,28% dibandingkan dengan Februari 2013,” ungkapnya, Kamis (2/5).

Menurut kebangsaan, lanjutnya, wisman yang paling banyak datang ke Bali pada Maret 2013 adalah wisman dengan kebangsaan Australia, China, Jepang, Malaysia, dan Singapura dengan presentase masing-masing sebesar 23,70%, 9,47%, 7,45%, 6,30%, dan 4,54%.

Asal wisman untuk periode Januari–Maret 2013, wisman yang paling banyak datang ke Bali adalah berkebangsaan Australia, RRC, Jepang, Malaysia, dan Korea Selatan dengan persentase masing-masing sebesar 24,67%, 13,84%, 6,92%, 5,76% dan 4,31%.

Negara yang mengalami peningkatan jumlah wisman terbesar pada periode Januari–Maret 2013 dibandingkan dengan tahun sebelumnya adalah Amerika Serikat sebesar 19,84%, sedangkan yang mengalami penurunan terbesar adalah Inggris sebesar 9,03%.


Source : Steffi Purba

Editor : Bambang Supriyanto

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.