Selasa, 29 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

CALON KAPOLRI: 9 Nama Pengganti Timur Pradopo

Winda Rahmawati   -   Selasa, 07 Mei 2013, 14:10 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Kandidat orang nomor wahid di Korps Bhayangkara telah mengerucut menjadi sebanyak sembilan nama.

Berdasarkan hasil penelusuran sumber informasi di lapangan, telah diperoleh sebanyak sembilan nama sebagai pengganti Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

Para Petinggi Polri (Pati) yang semuanya pernah menjabat sebagai Kapolda daerah tersebut, terdiri dari tiga kandidat jenderal bintang tiga, dan enam kandidat dari jenderal bintang dua.

Adapun ketiga jenderal bintang tiga di antaranya Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Komjen Pol. Sutarman, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Anang Iskandar, dan Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Kalemdikpol) Komjen Pol. Budi Gunawan.

Mereka bertiga juga merupakan kandidat terkuat dan yang paling banyak diminati oleh masyarakat berdasarkan hasil polling dari situs Kompolnas.go.id.

Kemudian, keenam jenderal bintang dua itu antara lain Kapolda Metro Jaya DKI Jakarta Irjen Pol. Putut Eko Bayuseno, mantan Kapolda Jawa Timur yang kini menjabat sebagai Deputi Operasi Kapolri (Deops Kapolri) Badrodin Haiti, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Tubagus Anis Angkawijaya, Kapolda Sumatra Selatan Irjen Pol. Saud Usman Nasution, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Anas Yusuf, dan Kapolda Bali Irjen Pol. Arief Wachyunadi.

“Sembilan nama itu sudah digodok dan akan diserahkan kepada Presiden,” kata sumber itu kepada Bisnis, Selasa (7/5/2013). (bas)


Editor : Bambang Supriyanto

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.