Rabu, 01 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PENGGEREBEKAN TERORIS: 7 Terduga Tewas, 17 Lainnya Dibekuk

Rustam Agus   -   Kamis, 09 Mei 2013, 12:48 WIB

BERITA TERKAIT

ISNIS.COM, JAKARTA--Sebanyak tujuh terduga teroris tewas tertembak saat penggerebekan yang dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri pada Rabu (8/5/2013).

Tujuh orang yang tewas tersebut adalah Abu Roban, Bastari, Toni, Bayu alias Ucup, Budi alias Angga, Junet alias Encek dan Sarame, tulis Antara.

"Adapun terduga teroris yang ditangkap dalam keadaan hidup berjumlah 17 orang," kata Brigjen Boy Rafli," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Kamis (9/5/2013).

Para terduga teroris tersebut ditangkap di empat tempat yakni Jakarta, Kendal, Kebumen dan Bandung.

Mereka yang ditangkap di Jakarta dalam keadaan hidup adalah Faisal alias Boim, Endang, Agung, Agus Widharto dan Iman. Sedangkan yang ditangkap di Kendal adalah Puryanto dan Iwan.

Terduga teroris yang ditangkap di Kebumen yakni Farel, Wagiono, Slamet dan Budi. Kemudian terduga teroris yang ditangkap di Bandung yakni William Maksum alias Acum alias Dadan dan Haris Fauzi alias Jablud.

"Kelompok ini merupakan sisa kelompok Abu Omar dan Autad Rawa. Pengakuan sementara, yaitu mereka melakukan pencarian dana untuk mendukung Mujahidin Indonesia Timur di Poso Pimpinan Autat Rawa dan Santoso," kata Boy. (ra)


Editor : Rustam Agus

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Berlangganan ePaper Bisnis dan Indonesia Business Daily bisa dengan PayPal. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.