Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

TERORISME: Tim Densus 88 Tangkap 4 Teroris di Lampung

Winda Rahmawati   -   Jum'at, 10 Mei 2013, 17:39 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri kembali menggerebek dan berhasil menangkap empat terduga teroris di tiga titik di Lampung sepanjang Kamis-Jumat (9-10/5/2013).

Dua pelaku ditangkap di Jl. Yos Sudarso Panjang, Lampung Selatan kemarin malam (9/5/2013) pukul 21.00 WIB.

Kemudian, pada Jumat ini (10/5/2013), seorang pelaku dibekuk di Sukoharjo Pringsewu Tanggamus sekitar pukul 05.30 WIB, dan sisanya ditangkap di Karang Anjar, Lampung Selatan sekitar pukul 09.00 WIB.

“Dari empat pelaku tersebut penangkapannya oleh Gabungan Densus 88 Mabes Polri dan Dit Krim Um Polda Lampung,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol. Boy Rafli Amar saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (10/5/2013).

Dia menerangkan para pelaku tersebut diduga terkait dengan aksi fai atau penggalan dana dari perampokan BRI Batam dengan kerugian Rp790 juta, BRI Gerobokan Rp630 juta, dan BRI Lampung Rp460 juta, serta pengembangan dari perampokan emas Tambora sebelumnya.

Namun, Boy belum bisa memastikan jumlah pelaku yang bermotif penguatan kegiatan teror tersebut karena penggerebekan hingga kini masih berlangsung. Jumlah empat pelaku tersebut masih bersifat sementara.

“Hari ini mengembangkan, karena terkait dalam beberapa peristiwa perampokan BRI di beberapa lokasi, tapi jumlahnya belum pasti. Saat ini sedang berjalan.” katanya. (msb)

 


Editor : Martin Sihombing

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.