Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

PILKADA BALI: 286 Napi Kerobokan Masuk Daftar Pemilih Tetap

Peni Widarti   -   Sabtu, 11 Mei 2013, 18:29 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA - Sebanyak 286 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Denpasar (LP Kerobokan) masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Bali pada 15 Mei.

"Setelah dilakukan koordinasi dengan TPS di wilayah Kuta Selatan, akhirnya total warga binaan kami yang sudah ada dalam DPT sebanyak 286 orang," kata Kepala LP Kerobokan I Gusti Ngurah Wiratna di Denpasar, Sabtu (11/5/2013).

Menurut dia, sebelum ditetapkan jumlah tersebut, sebanyak 63 narapidana telah bebas, tetapi 43 orang lagi masuk. Di dalam LP yang dikenal dengan nama LP Kerobokan itu didirikan TPS Khusus yang diketuai oleh Kepala Seksi Pembinaan Anak, Putu Sutrisna.

Wiratna menjelaskan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung akan menyiapkan satu TPS khusus yang ditempatkan di lapangan depan aula lapas.

Namun, untuk logistik surat suara dan TPS masih belum didistribusikan. Ia memperkirakan logistik akan dikirim 2 hari menjelang pemilihan umum.

"Semua logistik dari KPUD yang menyiapkan mungkin surat suara 2 hari sebelum pemilihan, sedangkan untuk TPS nanti dibuat sehari sebelum pemilihan," tambah Wiratna.

Sebanyak 2,5% surat suara dari 286 DPT atau sekitar 7 surat suara akan dicadangkan pihak panitia untuk antisipasi apabila ada petugas yang ingin mencoblos di dalam lapas.

Adapun mengenai waktu pemungutan suara, Wiratna menjelaskan tidak ada perbedaan dengan TPS lainnya, yakni dimulai pukul 07.00 Wita hingga berakhir sekitar pukul 13.00 Wita.




Source : Antara

Editor : Hery Lazuardi

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.