Rabu, 23 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

SENGKETA WILAYAH: Nelayan Taiwan ditembak Pasukan Filipina

M. Taufiqur Rahman   -   Sabtu, 11 Mei 2013, 07:53 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, TAIWAN-Taiwan menuntut penyelidikan bersama atas kematian seorang nelayannya di perairan yang menjadi sengketa kedua negara tersebut. Diduga kapal nelayan tersebut diserang oleh pasukan penjaga pantai Filipina.

Wakil Menteri Coast Guard Taiwan, Cheng Chang-hsiung mengatakan Kapal nelayan itu penuh dengan 32 lubang peluru akibat penembakan kemarin.

"Hal ini tidak bisa diterima, dalam kondisi seperti apapun, tidak dibolehkan pasukan Filipina menembaki nelayan yang tidak bersenjata," kata Menteri Luar Negeri Taiwan David Lin ketika melakukan briefing bersama Cheng. Dia juga mengatakan kedua pihak harus mulai pembicaraan tentang penyelesaian sengketa perairan.

Penembakan yang terjadi di lepas pantai Provinsi Batanes di Laut Cina Selatan dapat mengobarkan ketegangan di wilayah yang dipersengketakan beberapa negara seperti Cina, Vietnam, Malaysia dan juga Filipina.

Laksamana Filipina Rodolfo Isorena, menyayangkan atas terjadinya kejadian ini dan akan melakukan penyelidikan.

Juru bicara Li Jia-fei mengatakan bahwa Presiden Taiwan Ma Ying-jeou meminta Pasukan Keamanan Laut Taiwan untuk menjamin keselamatan nelayan negaranya. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Taiwan menuntut pemerintah Filipina menangkap orang yang bertanggung jawab dan memberikan kompensasi kepada keluarga nelayan yang meninggal tersebut. (mfm)


Source : Bloomberg

Editor : Fatkhul Maskur

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.