Rabu, 16 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Demi Sukses Pilgub Sumsel, Anggaran Perangkat Daerah Dipotong

Dinda Wulandari   -   Minggu, 12 Mei 2013, 15:18 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, PALEMBANG – Pemprov Sumsel akan memangkas anggaran setiap satuan kerja perangkat daerah hingga 10% dalam anggaran pendapatan belanja daerah perubahan untuk menyukseskan Pemilihan Gubernur yang akan berlangsung Juni 2013.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Sumsel Laonma PL Tobing mengatakan pemotongan anggaran sebanyak 10% itu tidak akan berpengaruh signifikan terhadap keuangan satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Memang ada pemotongan anggaran, tetapi jumlahnya tidak signifikan, semua itu disesuaikan dengan keadaan. Besaran pemotongan diperkirakan 10% untuk setiap SKPD. Pemotongannya akan dilakukan pada APBD-P mendatanapi g,”katanya, Jumat (10/5).

Dia menambahkan, selain pemotongan anggaran belanja, pihaknya juga  melarang seluruh SKPD untuk menganggarkan beberapa item yang sudah disepakati dalam pengajuan anggaran sebelumnya.

“untuk penganggaran ada beberapa yang dipastikan tidak ada tahun ini antara lain mobil dinas, tapi saya tidak terlalu ingat yang lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Sumsel Yohanes H Toruan menambahkan pihaknya menjamin pemotongan anggaran tidak akan berpengaruh terhadap kinerja dan juga perencanaan SKPD yang sudah dilakukan pada awal tahun.

Menurut dia, pemotongan ini akan lebih meningkatkan efektifitas pengeluaran anggaran untuk masing masing SKPD. “ Tidak masalah, kita tetap jalan seperti biasa, efektivitas dari sisi mutu dan juga kegiatan tidak ada yang dikurangi sama sekali, selain itu pemotongan yang dilakukan itu tidaklah signifikan, langkah ini lebih mengarah kepada penghematan dan efektivitas,”katanya. (msb)


Editor : Martin Sihombing

 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.