Jum'at, 28 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KASUS SUSNO DUADJI: 3 Petinggi Jaksa Jadi Tersangka

Winda Rahmawati   -   Senin, 13 Mei 2013, 17:38 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA— Mabes Polri akan menetapkan tiga orang petinggi jaksa sebagai tersangka terkait dengan kasus mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Komjen (Purn) Susno Duadji.

"Saya dapat surat resmi dari Bareskrim untuk diperiksa sebagai saksi pelapor dalam kasus Amir Yanto, Masyudi, dan Arief. Mereka akan dijadikan sebagai tersangka," kata pengacara Susno Duadji, Frederich Yunadi, yang muncul di Mabes Polri Senin (13/5/2013). 
 
Tiga orang petinggi jaksa tersebut antara lain Amir Yanto yang merupakan pelaksana Tugas Harian (Plh) Kejari Jakarta Selatan , Arief Zahrulyani yang menjabat sebagai Kepala Saksi (Kasi) Pidana khusus (Pidsus) Jakarta Selatan, dan Masyhudi yang menjabat Kepala Kejari Jakarta Selatan.
 
Menurutnya, ketiga petinggi jaksa tersebut tidak mencantumkan pidana penjara terhadap Susno, melainkan hanya membebankan biaya perkara Rp2.500 terhadap terdakwa di dalam putusan Mahkamah Agung.
 
Frederich menegaskan ketiga orang itu dijerat dengan sangkaan pasal 23 UU 31 Tahun 1999, pasal 421, pasal 333, dan pasal 263 KUHP.
 
Sejak awal, lanjutnya, pihak Susno memang mengklaim jaksa telah melakukan pemalsuan dan penyalahgunaan wewenang terkait amar putusan Mahkamah Agung (MA) dalam kasus Susno. 
 
"Karena itu tindakan mengeksekusi Pak Susno adalah pidana" tegasnya.
 
Namun, Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Pol. Sutarman membantah saat ditanya hal ini. "Gak ada , " ujarnya.  (ra)

 


Editor : Rustam Agus

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.