Kamis, 18 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PABRIK RUNTUH: Pencarian di Bangladesh Disetop, Tewas 1.127 Orang

Farodlilah Muqoddam   -   Senin, 13 Mei 2013, 20:46 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, DHAKA--Upaya pencarian korban akibat ambruknya pabrik tekstil di Bangladesh segera dihentikan. Sejauh ini, jumlah korban tewas yang ditemukan petugas mencapai 1.127 orang.

Kapten Tazul Islam, juru bicara operasi penyelamatan korban reruntuhan bangunan pabrik tersebut mengatakan proses pencarian korban akan segera dihentikan karena tidak ada lagi korban tewas ditemukan.

"Tim penyelamat telah mencapai basement, sehingga kesempatan menemukan korban sudah semakin kecil," katanya sebagaimana dikutip Reuters, Senin (13/5/2013).

Selanjutnya, tanggung jawab atas penanganan gedung yang rubuh tersebut akan dialihkan kepada pemerintah lokal.

Jumlah korban tewas akibat runtuhnya Rana Plaza pada 24 April lalu merupakan yang terbesar sejak tragedi Bhopal di India pada 1984. Sementara itu, sekitar 2.500 orang berhasil diselamatkan.

Tragedi runtuhnya bangunan pabrik tersebut menambah panjang daftar insiden kecelakaan yang terjadi dalam industri garmen di Bangladesh, setelah pada November lalu sebuah kebakaran menewaskan 112 orang. Pekan lalu, di tempat berbeda, delapan pekerja pabrik garmen juga tewas dalam insiden kebakaran di pabrik.


Source : Reuters

Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.