Kamis, 18 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PILKADA BALI: Objek Vital Bali Tetap Beroperasi

Steffi Novita Purba   -   Rabu, 15 Mei 2013, 11:03 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, DENPASAR—Pengelola tempat-tempat penting di Bali memastikan masih beroperasi secara penuh dengan menjamin tidak terganggunya aktivitas pemilihan Gubernur Bali periode 2013-2018 yang diselenggarakan hari ini (15/5/2013).

Efferson Siregar, Kepala Penjamin Kualitas, Keamanan dan Pelayanan Publik PT Angkasa Pura I Ngurah Rai Bali, mengatakan kondisi Bandara Ngurah Rai cukup lancar, aman dan terkendali. Adapun, untuk penerbangan juga belum ada pemberitahuan penundaan penerbangan.

“Terkait Pilkada hari ini, hanya pegawai administrasi saja yang libur, tetapi untuk operasional tetap masuk secara shift,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (15/5/2013).

Dia menambahkan untuk bagian operasional khususnya warga Bali setelah memilih bisa kembali bekerja.

Dalam kondisi seperti Pilkada ini, lanjutnya, shift diatur masing-masing oleh kepala operasional. “Karena masing-masing divisi mempunyai otoritas dan kebutuhan masing-masing."

Pada kesempatan yang sama, General Manager ASDP Gilimanuk Wahyudi Susianto, menginformasikan pelabuhan masih beroperasi seperti biasa. Namun, pada saat pelaksanaan pencoblosan pelabuhan cukup lengang dan metode shift juga dilakukan.

“Semua pegawai tetap bekerja seperti hari biasa, hanya saja bagi warga Bali diberi kesempatan untuk mencoblos setelah itu mereka bisa kembali bekerja,” paparnya. (sep)


Editor : Sepudin Zuhri

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.