Jum'at, 22 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

DANA UNI EROPA: RI Dapat Bantuan Pembangunan Rp3,7 Triliun

Ahmad Puja Rahman Altiar   -   Selasa, 21 Mei 2013, 12:47 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--Uni Eropa dan 27 negara anggotanya telah mengucurkan dana bantuan kerjasama pembangunan sebesar 300 juta euro atau Rp3,7 truliun untuk Indonesia di sepanjang tahun lalu.

Data tersebut disampaikan dalam laporan tahunan kerjasama pembangunan Indonesia-UE, yang dipublikasikan oleh Duta Besar UE untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan Asean, Julian Wilson, Selasa (22/5/13) di Jakarta.

Menurut Wilson, kerjasama pembangunan tersebut akan terus dilakukan dengan cara pandang yang berbeda. Indonesia tidak lagi dipandang sebatas sebagai negara penerima bantuan.

“Kami ingin mendefinisi ulang hubungan UE dan Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kini lebih baik dari kami. Indonesia bukan lagi  negara penerima donor, melainkan mitra kerjasama komprehensif kami,” kata Wilson.

Deputi Kepala Bappenas Bidang Pendanaan Pembangunan Wismana Adi Suryabrata memastikan program kerjasama yang dilakukan bersama dengan UE adalah hasil pembahasan kedua belah pihak, yang tidak mengabaikan kepentingan nasional.

“Dana bantuan mereka sebenarnya kan secara nominal tidak besar bila dibandingkan sumber dana yang kita punya. Namun, kita bisa banyak belajar dari mereka lewat kerjasama ini,” kata Wismana.

Wilson mengatakan program bantuan yang dijalankan memprioritaskan kepentingan nasional Indonesia, seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan perbaikan kesejahteraan rakyat.

“Setelah itu, baru kita mencoba menjawab isu yang menjadi perhatian internasional seperti pembangunan ramah lingkungan dan mediasi konflik. Kami merancang program-program ini bersama Bappenas,” jelas Wilson.

Dari dana bantuan sebesar 300 juta euro pada 2012, 115 juta euro di antaranya disalurkan ke sektor pendidikan, 32 juta euro untuk kerjasama ekonomi, perdagangan, dan investasi, 88 juta euro untuk lingungan hidup dan perubahan iklim, 18 juta euro untuk tata kelolaan pemerintahan, 45 juta euro untuk kesehatan, air, dan sanitasi, dan 6 juta euro untuk tanggap bencana dan pencegahan konflik.(ara/yop)


Editor : Yoseph Pencawan

 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.