Kamis, 02 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Bupati dan Walikota Perbatasan Jateng-Jabar Wacanakan Provinsi Baru

Endot Brilliantono   -   Selasa, 21 Mei 2013, 18:39 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, CILACAP- Sejumlah bupati dan wali kota dari berbagai daerah di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat mewacanakan pembentukan provinsi baru dalam rangka pemerataan pembangunan.

“Saya kira sudah ada ungkapan dari beberapa kepala daerah dengan adanya kerja sama yang cukup harmonis, yang cukup kondusif ini, kiranya tidak menutup kemungkinan kalau ke depan ‘Kunci Bersama’ ini mencanangkan jadi provinsi,” ujar Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda, di Cilacap, Selasa. (21/5/2013)

Aang mengatakan hal itu kepada wartawan usai menghadiri pembukaan Pekan Olahraga dan Festival Seni Daerah Perbatasan (Porsenitas) yang digelar di Cilacap, 21–23 Mei 2013.

Porsenitas ini diikuti ratusan pegawai negeri sipil (PNS) dan badan usaha milik daerah (BUMD) dari delapan kabupaten/kota yang berada di perbatasan Jateng-Jabar, yakni Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes (Jateng), serta Kabupaten Kuningan, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kota Banjar (Jabar) yang tergabung dalam wadah “Kunci Bersama”.

Menurutnya, kegiatan Porsenitas ini merupakan penjabaran dari kerja sama antardaerah perbatasan yang dicanangkan pada 9–10 Juni 2011.

“Alhamdulillah sekarang sudah yang kedua (Porsenitas, red.). Kiranya, motto kita, daerah perbatasan tidak boleh berdiam diri, harus mengubah nasib daerah sendiri karena bagaimanapun, kita punya potensi daerah yang cukup menjanjikan ke depan,” tuturnya. Dia juga penggagas Badan Kerja Sama Antar-Daerah (BKAD) “Kunci Bersama”.

Dia mengatakan pembentukan BKAD “Kunci Bersama” didasari masalah pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi daerah.

“Daya saing daerah ini merupakan salah satu tujuan kita. Yang utama adalah pertanian, salah satunya melalui pembangunan Waduk Kuningan dan Waduk Matenggeng di Cilacap,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan dua waduk ini dapat memberikan pelayanan kepada para petani supaya tidak kekurangan air.

Kkerja sama ekonomi antardaerah perbatasan ini, lanjutnya, akan terus dilakukan salah satunya melalui kegiatan pameran produksi unggulan setiap daerah anggota BKAD “Kunci Bersama”.

Disinggung apakah wacana pembentukan provinsi baru ini disebabkan daerah-daerah di perbatasan merasa pembangunannya diabaikan, Aang mengatakan hal itu tidak benar.

“Tidak diabaikan. Hanya kita tidak boleh berdiam diri,” tuturnya.

Dalam hal ini, dia mencontohkan jarak antara Cilacap dengan Semarang Ibukota Provinsi Jateng maupun Kuningan dengan Bandung Ibukota Kota Provinsi Jabar yang cukup jauh.

“Kenapa tidak dipersingkat dengan diberi kesempatan untuk berkembang sendiri. Karena itu, wacana pembentukan provinsi baru tersebut perlu pengkajian,” ujarnya..

Namun demikian, dia mengakui kajian tersebut tidak mudah sehingga wacana pembentukan provinsi baru itu seolah hanya sekadar mimpi.

“Namun Insya Allah kalau semua bupati dan wali kota berkeinginan ke arah sana, saya kira tidak susah untuk menjadi provinsi di perbatasan ini,” tuturnya.

Menurutnya, wilayah di perbatasan Jateng-Jabar ini memiliki potensi yang dapat diandalkan, di antaranya pertanian, pariwisata, industri, minyak bumi, panas bumi, serta pelabuhan di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Cilacap. (Antara/rsj/dot)


Source : Newswire

Editor : Endot Brilliantono

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.