Kamis, 17 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

SENGKETA JALATAMA ARTHA: Hakim Tunda Pembacaan Putusan

Erwin Tambunan   -   Selasa, 28 Mei 2013, 19:49 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda pembacaan putusan sengketa transaksi keuangan antara PT  Jalatama Artha Berjangka dengan nasabahnya yang menggugat prusahaan itu mengembalikan dana yang telah diinvestasikan sebesar Rp500 juta dan US$5.500.

“Majelis hakim menunda pembacaan putusannya sampai satu pecan mendatang karena belum siap,”ungkap majelis hakim diketuai Yonisman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Selasa (28/5/2013).

Sidang penundaan pembacaan putusan hanya beberapa menit saja, sedangkan kuasa hukum penggugat Junaidi Abdillah yang diwakili Marusaha Hutajulu dan kuasa hukum tergugat PT Jalatama Artha Berjangka, Irwin Idrus terpaksa meninggalkan ruang sidang setelah menunggu sejak pkl.09.00 WIB di pengadilan tersebut.

“Kami hanya dapat menerima penundaan pembacaan putusan, mau apa lagi, semuanya terserah majelis hakim,”ungkapnya.

Dalam sengketa perdagangan saham bursa berjangka  antara mantan nasabah PT Jalatama Artha Berjangka, Junaidi Abdilah yang menggugat tergugat I, PT Jalatama Artha Berjangka berkaitan dengan transaksi Sistem Perdagangan Alternatif.

Dalam perkara ini, tergugat II, Ruby Vanadino dan tergugat III, Lastri yang dinilai turut bertanggung jawab sebagai petugas yang berperan merekrut penggugat sebagai nasabah di perusahaan tersebut. Akibatnya, penggugat mengalami kerugian sedikitnya Rp550 juta. Investasi tersebut dilakukan karena para tergugat menjanjikan keuntungan yang besar  net  profit  atau sebesar US$3.560.00 per bulan untuk investasi sebesar minimal US$20.000.


Editor : Sutarno

 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.