Senin, 01 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

SNMPTN 2013: Dari 9.648 Pelamar, Undiksha Singaraja Terima 1.137 Maba

Yusran Yunus   -   Rabu, 29 Mei 2013, 16:22 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, SINGARAJA-Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali, menerima sebanyak 1.137 mahasiswa baru (maba) tahun akademik 2013/2014 yang masuk melalu jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

"Sebanyak 50% dari kuota jumlah mahasiswa baru di Undiksha pada program regular diterima melalui jalur SMPTN," kata Rektor Undiksha, Nyoman Sudiana,  di Singaraja, Rabu (29/5/2013).

Ia selaku ketua panitia penerimaan mahasiswa baru Undiksha menjelaskan, jumlah pendaftar pada jalur SMPTN mencapai 9.648 orang. Pelamar terbanyak pada program studi Akutansi Manajemen, Bahasa Inggris, Matematika dan PGSD. Sementara program studi yang kurang peminatnya adalah program studi Penjaskes dan pendidikan Seni Rupa, karena yang lolos 92 siswa dari kuota 100 kursi.

Nyoman menambahkan, Undiksha menerima sekitar 3.000-an mahasiswa baru dengan kursi tersedia untuk 44 program studi tersebar pada tujuh Fakultas dan satu program studi Pasca Sarjana.

Sementara seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun 2013 melalui dua jalur, yakni jalur nasional dan mandiri. Untuk jalur nasional terbagi dalam dua kategori, yakni lewat SNMPTN dengan kuota 50% dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebanyak 30%.

"Sedangkan mekanisme jalur mandiri melalui tes tertulis yang ditentukan oleh Undiksha".

Pendaftaran bagi siswa melalui SBMPTN mulai dilakukan sejak 13 Mei lalu hingga 7 Juni mendatang, dan untuk tes tertulis dilakukan 18 Juni selama dua hari di kampus Undiksha Singaraja. Khusus untuk program studi seni dan olahraga wajib mengikuti tes keterampilan pada 20 Juni selama dua hari. (antara/yus)


Editor : Yusran Yunus

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.