Rabu, 03 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

SNMPTN: Inilah Daftar Besaran Uang Kuliah Tunggal

Demis Rizky Gosta   -   Kamis, 30 Mei 2013, 12:08 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA, BISNIS . COM, JAKARTA—Pemerintah mulai menerapkan uang kuliah tunggal (UKT) untuk perguruan tinggi negeri mulai tahun ajaran 2013/2014.

UKT ditetapkan beragam berdasarkan biaya kuliah tunggal untuk setiap program studi per perguruan tinggi negeri dikurangi subsidi pemerintah.

Pemerintah membagi UKT per program per PTN menjadi beberapa kelompok sesuai subsidi yang diberikan pemerintah berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa.

Berikut adalah beberapa biaya kuliah tunggal yang terlampir dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 55/2013.

Institut Pertanian Bogor program studi gizi masyarakat Rp10,72 juta dibagi menjadi 8 kelompok UKT dengan pungutan terendah Rp500.000 dan UKT tertinggi Rp9,6 juta.

Program sistem dan teknologi informasi Institut Teknologi Bandung dengan BKT Rp13,40 juta terbagi menjadi 5 kelompok UKT dengan pungutan terendah Rp400.000 dan tertinggi Rp10 juta.

BKT seluruh program studi dalam Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ditetapkan Rp6,09 juta terbagi menjadi 5 kelompok UKT dengan kelompok pungutan terendah Rp0—1 juta dan tertinggi Rp4—5 juta.

Program studi pendidkan dokter UI ditetapkan membutuhkan BKT Rp15,23 juta dengan besaran UKT berkisar dari Rp0—1 juta sampai Rp4—7,5 juta. Adapun pendidkan dokter Universitas Gadjah Mada ditetapkan Rp15,23 juta dengan UKT berkisar antara Rp500.000 sampai Rp14,5 juta.

Daftar lengkap bisa dilihat di http://bit.ly/13kqhZW


Editor : Fatkhul Maskur

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.