Selasa, 02 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

TITO KEY TEWAS: Sketsa Wajah Penembak Sulit Dibuat

Ismail Fahmi   -   Minggu, 02 Juni 2013, 20:46 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, BEKASI-- Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, mengaku kesulitan membuat  sketsa wajah pelaku penembakan adik John Key, Tito Key, karena saksi-saksi tidak melihat langsung cici wajahnya.

Kepala Polresta Bekasi Kota Komisaris Besar Priyo Widyanto mengungkapkan pada saat kejadian penembakan Tito Key dan pemilik warung Kasim, para saksi fokus pada penyelamatan diri masing-masing.

“Akibatnya kami kesulitan kesulitan membuat sketsa wajah pelaku penembakan," ujar Kepala Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo, di Bekasi, Minggu (2/6)

Namun demikian, lanjutnya, Polresta Bekasi bersama Polda Metro Jaya terus mendalami pemeriksaan para saksi dan  bang bukti yang diperoleh ditempat kejadian peristiwa.

Sementara itu, kematian Tito meninggalkan duka mendalam di hati para tetangganya di Perumahan Taman Titian Indah, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

Lelaki yang berprofesi sebagai pengacara tersebut dikenal warga sebagai sosok yang ramah dan gemar membantu sesama.

"Dia orang baik yang tak segan membantu sesama. Warga Titian sangat kehilangan dia yang meninggal dengan cara tragis," kata Ketua RT 3 RW 11 Irawan.

Jenazah Tito Kei hingga saat ini masih disemayamkan di rumah duka. Pelayat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah diterbangkan ke kempung halamannya di Desa Tutrean, Maluku Utara, untuk dimakamkam di sana.

Menurut rencana, jenazah Tito akan diterbangkan pada enin (3/6) pagi. (Antara/if)


Source : Newswire

Editor : Ismail Fahmi

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.