Sabtu, 01 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BOM POSO : Pelaku Ada Link Dengan Jaringan Santoso

Winda Rahmawati   -   Selasa, 04 Juni 2013, 16:26 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Mabes Polri menduga pelaku bom bunuh diri Mapolres Poso, Sulawesi Tengah, memiliki keterkaitan dengan jaringan terorisme Santoso, Sabar, dan M. Basri.

Kabiro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan ciri-ciri bom yang digunakan mirip dengan aksi teror yang pernah ada sebelumnya.

“Mirip dengan bom yang ditemukan di Sulawesi, menggunakan tupperware, dan materialnya khas seperti ada gotri, mengandung besi, dengan maksus melukai,” katanya, Selasa (4/6).

Santoso alias Abu Warda dan Sabar alias Autad Rawa diketahui sebagai pimpinan kelompok teroris di Poso, Sulawesi Tengah, sedangkan M. Basri diketahui juga seangkatan dengan Santoso, narapidana kasus terorisme yang kabur 2 bulan silam dari Lapas Ampana. Ketiganya masih menjadi daftar pencarian orang (DPO).

Selain mereka, bomber Poso tersebut juga disinyalir berkaitan dengan Abu Roban. Pentolan teroris yang sudah ditembak mati pada awal Mei lalu di Batang, Jawa Tengah, dan diduga sebagai pimpinan Negara Islam Indonesia wilayah Ciledug.

 “Tapi saya tidak bisa memastikan secara pasti, ada aktivitas yang kemarin terungkap seperti Abu Roban yang sudah ditangkap di Jateng dan kami lihat sama dengan beberapa kelompok yang selama ini terungkap dan termasuk target DPO ,” jelasnya.


Editor : Ismail Fahmi

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.