Jum'at, 25 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Mulai 2013, Kuota Haji Indonesia Dipangkas 40.000

Yusran Yunus   -   Rabu, 12 Juni 2013, 13:42 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA-Jemaah haji Indonesia akan dikurangi sebanyak 40 ribu orang atau sekitar 20% dari total jemaah haji Indonesia mulai tahun ini.

"Ada surat dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia. Jadi ada rencana pemerintah Arab Saudi untuk memotong jumlah jemaah haji Indonesia sebesar 40 ribu orang," kata Ketua Komisi VIII DPR RI, Ida Fauziah.

Ida menyebutkan adanya pengurangan jemaah haji tersebut karena saat ini tengah dilakukan renovasi di sekitar areal ibadah Masjidil Haram, Mekkah.

"Alasan pengurangan itu karena pembangunan di sekitar Masjidil Haram yang belum selesai sehingga areal ibadah di sekitar Masjidil Haram akan jadi persoalan," kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Oleh karena itu, Komisi VIII DPR RI akan meminta Direktrorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama untuk menjelaskan hal tersebut.

"Bagaimana caranya mengantisipasi. Harus ada langkah dari pemerintah agar pemotongan itu tidak menimbulkan persoalan. Kita berharap pemerintah, khususnya Kementerian Agama melakukan upaya lobi".

Pemotongan jumlah jemaah haji akan berdampak kepada daftar tunggu jemaah haji di Tanah Air.

"Waiting list kita sudah 12 tahun. Kalau dipangkas 40 ribu orang, calon yang sudah masuk waiting list dan sudah siap berangkat, akan tertunda. Semakin panjang daftar tunggunya". (antara/yus)


Source : Newswire

Editor : Yusran Yunus

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.