Kamis, 18 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KAVLING DI BATAM: Hati-hati Bila Ingin Membeli

Ismail Fahmi   -   Kamis, 13 Juni 2013, 14:39 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, BATAM---Badan Pengusahaan (BP) Batam mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membeli kavling terutama kavling siap bangun karena telah ditemukan puluhan surat palsu.

"Kami sudah menerima laporan sekitar 20 surat kavling palsu. Tanda tangan pejabat BP Batam pada surat-surat tersebut dipalsukan. Masyarakat harus hati-hati jika membeli kavling dari warga lain," kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam Ilham Eka Hartawan di Batam, Kamis (13/6)

Ia menjelaskan  penemuan surat kavling palsu tersebut rata-rata berada di Batuaji dan Sagulung yang merupakan wilayah dengan alokasi kavling siap bangun (KSB) terbanyak.

"Surat kavling yang diperlihatkan warga yang datang ke BP Batam merupakan surat jual beli yang dikeluarkan RT/RW. Di dalam kertas tersebut tertera nama beberapa pejabat di BP Batam, namun setelah dicek ternyata palsu. Apalagi BP Batam sudah tidak mengeluarkan KSB baru," tegasnya..

Berdasarkan pengaduan warga yang merasa tertipu, kata dia, rata-rata kavling tersebut dijual denan harga Rp4,5 juta per unit.

"Kami akan menindak tegas jika ada oknum BP Batam yang terlibat dalam jual beli surat kavling atau lainnya secara ilegal," kata Ilham.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho sebelumnya mengatakan tidak ada lagi alokasi untuk KSB.

"Mulai saat ini fokus pada pembangunan rumah susun (rusun), karena lahan di Batam sudah sangat terbatas," kata dia.

Bila dibanding kavling, kata Djoko, pembangunan rusun tidak terlalu memerlukan banyak lahan. Ini lebih efektif dan tidak menghabiskan lahan di Batam yang sebagian besar diperuntukkan bagi pembangunan industri.

"Lahan untuk permukiman sangat terbatas, jadi akan lebih baik jika didirikan rusun dengan harga sewa yang terjangkau," kata dia.

BP Batam mencatat hingga 2013 jumlah lahan yang dialokasikan untuk kavling mencapai sekitar 40 ribu unit dan tersebar di wilayah Batuaji, Seibeduk, Bengkong, dan Nongsa. (Antara)


Source : Newswire

Editor : Ismail Fahmi

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.