Senin, 20 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

IBADAH HAJI 2013: Kuota Jamaah Indonesia Dipotong 20%

Rustam Agus   -   Kamis, 13 Juni 2013, 07:03 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--Kuota jemaah haji Indonesia tahun ini dipotong 20% sesuai permintaan pemerintah Arab Saudi.

Menteri Agama Surya Dharma Ali mengakui pihaknya telah menerima surat dari Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi bahwa kuota haji untuk Indonesia dipotong 20%.

"Benar surat itu sudah kami terima 6 Juni lalu. Isinya tentang pemotongan 20% kuota haji untuk seluruh negara anggota OKI termasuk Indonesia," ujarnya seperti dikutip situs resmi Kementerian Agama, Rabu (12/6/2013).

Keluarnya kebijakan itu, kata Menag, akibat lambatnya penyelesaian rehabilitasi Masjidil Haram sehingga demi terjaminnya keselamatan jamaah haji, pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengurangi kuota haji.

Keterlambatan rehabilitasi Masjidil Haram, lanjut dia, berakibat pada berkurangnya kapasitas daya tampung tempat tawaf, yang semula dapat menampung 48.000 jamaah menjadi 22.000 jamaah dalam 1 jam.

“Artinya terpotong setengah,” tutur Surya Dharma Ali.

Bila ini dipaksakan, dikhawatirkan bisa berakibat fatal bagi keselamatan calon jamaah haji sehingga pemerintah Arab Saudi mengambil kebijakan itu demi keselamatan jamaah.

"Insya Allah kebijakan ini, cukup hanya tahun ini. Dengan kebijakan itu, dipastikan 42.200 Calhaj batal berangkat," katanya. (ra)


Source : Newswire

Editor : Rustam Agus

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.