Rabu, 03 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KASUS RUBEN PATA: Seharusnya Eksekusi Dibatalkan

John Andhi Oktaveri   -   Jum'at, 14 Juni 2013, 13:38 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--Ketua Komisi III DPR I Gede Pasek Suardika menilai pengadilan seharusnya membatalkan ekskusi mati atas Ruben Pata Sambo (72) yang menunggu eksekusi hukuman mati terkait tuduhan menjadi otak pembunuhan sebuah keluarga pada 23 Desember 2005.

Politisi Partai Demokrat itu menilai kasus terebut merupakan kasus hukum serius dan pengadilan telah membuat putusan yang sesat. Apalagi, sekarang sudah ada pengakuan tersangka utamanya sehingga Ruben seharusnya tidak dihukum lagi.

"Kasus seperti ini menunjukkan peradilan sesat. Sudah saatnya jajaran peradilan lebih mengutamakan penegakan pengadilan," ujar Pasek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/6/2013).

Semestinya, ujarnya,  negara hanya boleh menghukum mereka yang memang terbukti bersalah.

Terkait putusan itu, Pasek mengatakan Komisi III akan melakukan kajian mendalam mengenai kasus tersebut. Kajian akan dilakukan mulai dari tahap  penyelidikan, penyidikan, hingga bagaimana orang itu diadili.

"Ini bukan masalah satu dua orang, tapi masalah keadilan hukumnya," ujar Pasek.

Pasek juga meminta agar para hakim yang menangani perkara tersebut diperiksa Komisi Yudisial.

Selain itu, Pasek meminta penyidik polisi yang menangani kasus tersebut diperiksa pihak penegak hukum. Sementara, pihak jaksa yang menangani perkara itu juga mesti diperiksa oleh Komisi Kejaksaan (Komjak).

"Saya pribadi akan usulkan kepada Komisi III untuk turun ke LP di Malang, atau mengundang keluarganya, karena ini bentuk peradilan sesat," katanya.

Saat ini Ruben masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru, Malang, sambil menunggu eksekusi hukuman mati.  (ra)


Editor : Rustam Agus

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.