Rabu, 01 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

AWAL PUASA RAMADHAN 2013: NU Masih Tunggu Rukyat 8 Juli

Yusran Yunus   -   Rabu, 03 Juli 2013, 14:59 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA-Nahdlatul Ulama (NU) belum menentukan awal puasa atau awal Ramadhan karena menunggu hasil rukyat yang baru dilaksanakan 8 Juli mendatang.

"NU tetap berpegang pada metode rukyat untuk penentuan awal Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

 

Said Aqil menolak anggapan pilihan penentuan awal bulan melalui metode rukyat adalah bentuk ketertinggalan dari kemajuan teknologi.

"Lajnah Falakiyah kami juga canggih, mau menentukan tanggal sampai tiga ribu tahun ke depan juga bisa. Ini bukan soal canggih atau tidak canggih, tapi ini mengikuti seperti apa yang dijalankan Rasulullah," ujarnya.

Terkait seringnya muncul mendung dalam pelaksanaan rukyat yang mengakibatkan penentuan awal bulan terkendala, dia mengatakan ada petunjuk lain dari Rasulullah untuk menggenapkan bulan menjadi 30 hari.

Pada bagian lain, Said Aqil menyatakan menyesalkan perbedaan waktu pelaksanaan awal puasa dan Hari Raya Idul Fitri yang sering terjadi di Indonesia.

Menurutnya, perbedaan semacam itu memang tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga terjadi di Timur Tengah. Hanya saja, di kawasan Timur Tengah perbedaan tidak terjadi dalam satu negara, melainkan di negara-negara yang berbeda.

"Di Timur Tengah penentuan puasa juga sering berbeda, tapi antarnegara, bukan di satu negara ada kelompok-kelompok yang saling berbeda. Al Quran dengan tegas memerintah kita taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan taat kepada pemimpin".

Sementara itu Sekretaris Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama Nahari Ilyas mengatakan, pihaknya mulai melaksanaan rukyat pada tanggal 28 Sya`ban 1434 H atau bertepatan dengan 8 Juli 2013.

LFNU telah menentukan pelaksanaan rukyat di 90 titik dan telah mempersiapkan tim untuk melaksanakan pengamatan bulan secara langsung tersebut.

"Semua hasil yang dilihat di 90 titik itu akan dilaporkan ke Lajnah Falakiyah pusat, ke kami. Selanjutnya di sini akan dibahas bagaimana keputusan akhirnya," tuturnya. (antara/yus)

 

JANGAN LEWATKAN:

 

 


Source : Newswire

Editor : Yusran Yunus

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Berlangganan ePaper Bisnis dan Indonesia Business Daily bisa dengan PayPal. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.