Selasa, 29 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Investor Korsel Berminat Bangun Pabrik Pencairan Batu Bara di Kaltim

Rachmad Subiyanto   -   Minggu, 14 Juli 2013, 16:50 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, BALIKPAPAN—Investor asal Korea Selatan diyakini tertarik mengembangkan pabrik pencairan batu bara, yakni mengolah batu bara menjadi batu bara cair dengan kapasitas awal 20.000 barel per hari di wilayah Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kaltim Amrullah mengatakan investor asal Korsel itu sudah mengajukan rencana melakukan studi kelayakan pembangunan pabrik pencairan batu bara.

Sebelumnya, pihak investor telah memaparkan rencana awal pengembangan penghiliran batu bara di Kaltim yang cadangannya masih mencapai 6 miliar metrik ton.

“Saat ini sedang dilakukan studi kelayakan. Kami arahkan di Maloy Trans Kalimantan Economic Zone yang nantinya akan menjadi sentra hilirisasi produk semacam itu,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (14/7/2013).

Investasi ini, kata Amrullah, membutuhkan batu bara kalori rendah yang selama ini harganya cenderung merosot. Selain itu, hal ini juga sebagai upaya persiapan pembatasan ekspor bahan mineral mentah ke luar negeri.

Dengan adanya penghiliran produk batu bara, jelasnya, tentu akan ada nilai tambah terhadap nilai barang yang berdampak terhadap harga jual produk.

Kepala Badan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kalimantan Timur Diddy Rusdiansyah A.D mengatakan hasil studi kelayakan tersebut juga menjadi dasar dalam perhitungan investasi yang akan dikucurkan oleh investor.

“Nanti pasti akan ada kebutuhan luas wilayah, kebutuhan bahan baku dan kebutuhan lan yang diperlukan dalam investasi tersebut,” ujarnya.


Editor : Nurbaiti

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.