Kamis, 30 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Kerusuhan Nabire: Menpora Minta Diusut Tuntas

Ismail Fahmi   -   Senin, 15 Juli 2013, 17:08 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengusut tuntas kerusuhan yang terjadi pada pertandingan tinju amatir Bupati Cup Isayas Daud di GOR Kota Lama, Nabire, Papua, Minggu (14/7/2013) malam.

"Kami dari Kemenpora sangat menyesalkan terjadinya kerusuhan di pertandingan tinju amatir, Bupati Cup Isayas Daud. Saya meminta kepada kepolisian untuk dapat mengusut tuntas kerusuhan ini," kata Roy Suryo di kantor Kemenpora di Jakarta, Senin (15/7/2013).

Menurutnya, kerusuhan tersebut memakan korban 17 orang tewas dan 39 luka-luka. Atas timbulnya korban tersebut, Menpora menegaskan pihaknya berencana untuk memberikan santunan kepada para korban dalam bentuk biaya pengobatan dan lainnya.

"Kami akan memberikan santunan kepada mereka yang menjadi korban meninggal dan luka-luka. Secara khusus saya akan menugaskan staf saya dari Deputi 3 dan 4 untuk klarifikasi langsung ke Papua," ujarnya.

Menpora mengatakan saat ini pihaknya sudah berkomunikasi dengan beberapa pihak terkait, termasuk dengan Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir (PB Pertina). Ia mengatakan bahwa Pertina belum mendapat laporan izin penyelenggaraan pertandingan tinju amatir Bupati Cup Isayas Daud.

"Sudah ada kontak dengan pihak-pihak terkait, termasuk PB Pertina dan kepolisian. Untuk komunikasi dengan Pertina, saya mendapat jawaban belum ada laporan izin terkait penyelenggaraan pertandingan tersebut," ujar dia.

Ia mengatakan kapasitas GOR tersebut sebanyak 800 orang, namun ada 1.500 orang yang datang dan bahkan disinyalir hanya ada satu hingga dua pintu yang terbuka dari lima pintu yang ada.

"Poin keempat, kami mempertanyakan langsung atas penyelenggaraaan, dimana harus mengantongi izin pertandingan," kata dia.

Berdasarkan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) Nomor 3 tahun 2005 pasal 51 dimana penyelengaraan yang menghadirkan penonton harus mendapatkan rekomendasi dari pengurus badan daerah.

"Aturannya begitu, kami tidak mau melihat yang salah itu siapa, dan kalau tidak ada izin dari Pertina daerah justru panitia penyelenggara yang akan diberikan sanksi. Saat ini ada 13 panitia yang sudah diperiksa," ujarnya. (Antara)


Source : Newswire

Editor : Ismail Fahmi

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.