Jum'at, 25 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Singapura Jajaki Peluang Bisnis Di Medan

Rustam Agus   -   Senin, 15 Juli 2013, 17:27 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, MEDAN--Singapura menjajaki berbagai peluang kerjasama bisnis dengan Sumatera Utara, khususnya Kota Medan yang diharapkan dapat saling menguntungkan kedua pihak.

Hal itu terungkap saat kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar didampingi Konsul Singapore di Medan Mark Low di Balai Kota Medan, Senin  (15/7/2013).

Kunjungan Duta Besar Singapura ini untuk melihat dari dekat tentang kondisi serta fenomena yang ada di Indonesia khususnya Sumetara Utara dan Kota Medan, dengan mengetahui keadaan ini nantinya peluang-peluang bisnis yang diharapkan dapat dikerjakan samakan.

Anil Kumar Nayar dalam kesempatan itu mengatakan bahwa dirinya mulai bertugas sebagai Duta Besar Singapura untuk Indonesia pada Juni 2013.

Selama ini telah melakukan berbagai kunjungan ke wilayah provinsi di Indonesia, dan sekarang berkesempatan berkunjung ke Sumatra Utara khususnya Kota Medan, tulis Antara.

Kunjungan kehormatan ini untuk melihat kondisi serta fenomena yang ada di setiap daerah. Singapura sebagai negara tetangga yang mempunyai hubungan bilateral perlu mengetahui kondisi negara tetangganya, sekaligus melakukan penjajakan peluang bisnis.

"Kunjungan kehormatan ini merupakan lanjutan kunjungan dari beberapa dearah di Indoenesia setelah saya menjabat sebagai Duta Besar, kami mencoba melihat dari dekat kondisi dan fenomena daerah yang ada, ini perlu diketahui apa lagi Indonesia dan Singapura sebagai negara serumpun yang mempunyai hubungan bilateral," katanya.  (ra)


Editor : Rustam Agus

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.