Rabu, 22 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Harga Sembako, Di Riau Kenaikan Masih Wajar

M. Kholikul Alim   -   Rabu, 17 Juli 2013, 12:25 WIB

BERITA TERKAIT


Bisnis.com, PEKANBARU--Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok di Provinsi Riau dinilai masih dalam batas kewajaran.

Asisten II Bidang Perekonomian Setdaprov Riau Emrizal Pakis mengatakan kenaikan harga tidak hanya disebabkan oleh meningkatnya permintaan di bulan Ramadan, tetapi juga imbas dari kenaikan harga BBM.

"Kenaikan harga kebutuhan pokok sebagai imbas kenaikan BBM itu diperkirakan sekitar 5%, tetapi ketersediaannya masih terjamin hingga saat ini," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (17/7/2013).

 Di pasar tradisional Arengka, beberapa kebutuhan pokok yang terpantau mengalami kenaikan a.l gula pasir yang naik dari Rp12.000 per kilogram menjadi Rp12.500 per kilogram. Adapun minyak goreng curah naik Rp500 per kilogram menjadi Rp9.500 per kilogram.

Sementara itu, minyak goreng dalam kemasan terpantau dijual di kisaran Rp19.500--Rp25.000. Adapun daging sapi tercatat mengalami kenaikan hingga Rp25.000 per kilogram dari Rp90.000 per kilogram menjadi Rp115.000 per kilogram.

Emrizal menambahkan Pemprov terus bekerjasama dengan instansi terkait untuk menjaga agar kenaikan harga tidak melampaui batas normal. Jika hal tersebut tidak dilakukan, lanjutnya, maka kenaikan harga bisa jadi tidak terkendali.

"Misalnya untuk minyak goreng, gula, dan tepung itu dikawal oleh Disperindag Provinis Riau. Adapun sayur-sayuran, cabe, ikan, daging sapi, dan sejenisnya dikawal oleh Bulog dan Dinas Pertanian," terangnya.

Pengendalian harga, lanjutnya, juga ditujukan untuk menjaga agar inflasi di Riau tidak terlalu tinggi. Menurutnya, meski kontribusi terbesar inflasi pada Juni 2013 berasal dari kenaikan harga BBM, tetapi kontribusi kenaikan harga kebutuhan pokok juga lumayan tinggi.

Data BPS Riau menunjukkan beberapa kebutuhan pokok yang menjadi penyumbang utama inflasi Juni 2013 yakni cabe merah sebesar 0,16%, daging ayam ras 0,14%, dan jengkol 0,13%. Adapun kontribusi kenaikan bensin mencapai 0,41%.

"Dengan adanya kenaikan BBM inflasi memang terjadi, tetapi y-o-y masih dibawah nasional. Namun, yang menarik data BPS mengungkapkan kenaikan harga jengkol berpengaruh 0,13% terhadap inflasi Pekanbaru," terangnya.

Adapun ketersediaan beras di Riau hingga saat ini dinilai masih aman. Menurutnya, stok beras Bulog Riau saat ini menjamin cadangan beras untuk 7 bulan berikutnya.

"Jadi, tidak ada istilahnmya Riau mengalami kelangkaan beras. Raskin yang bergulir dari pemerintah pusat pun sekarang 50% sudah beredar di masyarakat," ungkapnya.


Editor : Bambang Supriyanto

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.