Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Jokowi Pastikan Waduk Ria Rio Dibangun Oktober 2013

Hedwi Prihatmoko   -   Jum'at, 19 Juli 2013, 21:33 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Ini langkah cepat Joko Widodo lainnya dalam membenahi DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jokowi memastikan pembangunan Waduk Ria Rio di Jakarta Timur dapat dimulai Oktober tahun ini.

"Mulai fisiknya itu Oktober ini. Tunggu sertifikatnya rampung," katanya di Balai Kota, Jumat (19/7/2013).

Jokowi menilai sampai saat ini belum ada kendala yang berarti yang bisa menunda rencana pembangunan Waduk Ria Rio di tahun ini.

Dia juga mengatakan proyek ini sudah mendapatkan persetujuan dari DPRD beserta anggarannya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertamanan Pemprov DKI Jakarta Widio Dwiyono Budi memperkirakan proses pengerjaan fisik Waduk Ria Rio baru bisa dimulai pada 2014.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh Peraturan Presiden (Perpres) No. 71/2012 yang menyatakan mekanisme pembebasan lahan harus melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dia menilai mekanisme tersebut yang akan memperlama rencana pembangunan waduk menjadi tahun depan.
Menanggapi hal tersebut, Jokowi menampik adanya masalah pertanahan yang akan menghambat rencana pembangunan pada tahun ini.

Menurutnya, tanah yang akan dipakai dalam pembangunan Waduk Ria Rio itu adalah tanah milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). "Itu kan juga tanah kita, tanah BUMD kita. Dilihat saja saat Oktober nanti," ujarnya.


Editor : Sepudin Zuhri

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.