Sabtu, 02 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Kontroversi Bisnis Yusuf Mansur, "Saya Ustad, Bukan Koruptor"

Lahyanto Nadie   -   Jum'at, 19 Juli 2013, 21:35 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA – "Saya ini ustad, bukan koruptor. Jadi saya akan bertanggung jawab dengan segala apa yang saya lakukan untuk kepentingan umat," begitu kata Yusuf Mansur dalam wawancara dengan TV One malam ini, Jumat (19/7/2013).

Ustad ini memang kontroversial lantaran mengumpulkan dana masyarakat tanpa izin dari pemerintah. Jumlahnya mencapai Rp42 miliar. Jemaah yang mengikuti pengajiannya diajak berinvestasi secara syariah.

Ia mengingatkan kepada jemaahnya, masyarakat umum dan media massa jangan berburuk sangka jika melihat suatu masalah. "Jangankan kepada ustad, kepada koruptor saja kita tidak boleh berbuat dzolim," tegasnya.

Penegasan itu dilakukannya mengingat bisnis yang ia bangun mendapatkan kritikan cukup gencar dari pengamat ekonomi soal bisnis Patungan Usaha yang dijalankannya. Ia menolak bila bisnisnya disamakan dengan produk investasi bodong.

Tujuan bisnis Patungan Usaha adalah membuat kelompok usaha yang bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya untuk menggerakkan roda perekonomian.

Ia menjamin usahanya bukan kepentingan pribadi, sehingga nama Yusuf Mansur juga tidak masuk dalam struktur organisasi bisnis karena dana itu milik jemaah.

Strategi jangka panjang yang diterapkan ustadz itu adalah untuk mensejahterakan umat Islam dan warga negara Indonesia. Ia menilai kondisi perekonomian Indonesia tidak cukup memberikan kesempatan pada masyakarat luas untuk menikmati kue pembangunan. Itulah sebabnya ia tergerak untuk menerjuni dunia bisnis.

Yusuf Mansur Mengaku Salah dan  Minta Maaf

Inilah 7 Bisnis Strategis Ustad Yusuf Mansur


Editor : Lahyanto Nadie

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.