Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Ini Peringkat 5 Besar Negara Serangan Cyber

John Andhi Oktaveri   -   Selasa, 23 Juli 2013, 12:44 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Lalu lintas kejahatan cyber dunia, ini peringkat 5 besar. Indonesia berada di peringkat 2, sedangkan China sebagai negara yang dianggap paling banyak lalu lintas serangan cyber.

Posisi ketiga adalah Amerika Serikat dengan persentase 8,3%, sedangkan Indonesia sebagai runner up sebesar 34%. Posisi keempat Turki dan Rusia berada di posisi ke-5

Indonesia tidak saja dikenal sebagi pusat kegiatan hacking, tetapi juga menjadi sumber dari 21% lalu-lintas kejahatan cyber dunia selama triwulan pertama tahun ini, menurut laporan Akamai Technologies.

Dari jenis aktivitas kejahatan yang terpantau di Indonesia, terlihat bahwa serangan botnet atau serangan melalui penyusupan program sangat agresif, menurut penelitian tersebut.

Data terakhir menunjukkan terjadinya perubahan yang cepat di Indonesia. Sebelumnya Indonesia tercatat hanya 1% dari lalu-lintas serangan online selama triwulan keempat tahun lalu, menurut Akamai sebagaimana dikutip Bloomberg (23/7/2013). Tahun ini, Indonesia menjadi sorotan media massa terkait serangan maya.

Pada Januari, para hacker memprotes tindakan seseorang yang mengubah laman situs Web pemerintah. Pada Mei lalu, kantor berita China, Xinhua News Agency melaporkan bahwa Indonesia berencana membentuk satgas cyber setelah maraknya aksi serangan hacking.


Source : Bloomberg

Editor : Sepudin Zuhri

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.