Rabu, 16 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Kisah Sukses Hary Tanoesoedibjo

Martin Sihombing   -   Rabu, 24 Juli 2013, 00:55 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) akhirnya resmi mengusung pasangan Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo sebagai calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2014, melalui deklarasi yang dilakukan di Jakarta, Selasa.

"Saya dan Hary Tanoe telah meneguhkan tekad untuk mengambil peran memimpin perubahan di Indonesia sebagai calon presiden dan wakil presiden RI pada Pemil 2014," kata Wiranto dalam deklarasinya di hadapan ratusan caleg Partai Hanura. (Bisnis.com, 2/7/2013).

Sontak. Jagat perpolitikan Indonesia terhenyak. Bahkan sempat memancing keriuhan di internal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Hary, yang juga merangkap sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura, menjelaskan partainya menekankan kerja sama antarkader untuk memenangkan pemilihan umum 2014.

"Diperlukan militansi, kerja keras, kerja cerdas, kerja sama yang naik antarpengurus karena tujuan kita sama yakni  mau menang," tegasnya.

Ya. Itulah Hary Tanoe. Kerja keras, dan cerdas. Tak ayal di dunia bisnis, dia mampu menempatan dirinya di papan atas. Hary Tanoe melambung.  Dan sosok dan gerak langkahnya, selalu menjadi topic menarik.

Misalnya, beberapa waktu lalu, Hary Tanoesoedibjo,  jadi trending topic. Lantaran  pria kelahiran Surabaya, 26 Septmber 1965 ini, sedang negosiasi dengan lini media Grup Bakrie PT Visi Media Asia Tbk (VI VA) terkait  akuisisi 100% saham operator stasiun televisi ANTV yang dikelola PT Cakrawala Andalas Televisi.

Padahal, pria jebolan Universitas Carleton, Ottawa, Kanada pada 1988 dengan gelar  Bachelor of Commerce sudah memiliki tiga dari 10 TV Free-To-Air nasional di Indonesia. Ketiga  TV Free-To-Air (FTA) RCTI, MNCTV dan GlobalTV  serta channel-channel yang diproduksi oleh MNC yang disiarkan di TV Berlangganan. (mncgroup.com).

Pemegang gelar Master of Business Administration dari Ottawa University, Ottawa, Kanada pada  1989, juga sudah memiliki bisnis pendukung  terdiri dari radio, media cetak, talent management dan rumah produksi. MNC didirikan 17 Juni 1997 dan merupakan perusahaan publik yang sahamnya telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 22 Juni 2007 dengan kode saham MNCN.

Ayah dari lima anak ini --Angela Herliani Tanoesoedibjo, Valencia Herliani Tanoesoedibjo, Jessica Herliani Tanoesoedibjo, Clarissa Herliani Tanoesoedibjo, dan Warren Haryputra Tanoesoedibjo-- terbilang cepat moncer dan merebut perhatian public. Pada 1989, suami dari Liliana Tanaja itu, dia baru mulai dengan  PT Bhakti Investama. Saat itu usianya baru 25 tahun.

Dalam tempo 24 tahun, relative lama, dia telah menjadi begitu ‘besar’. Bahkan  pada  2011, dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes, Hary Tanoesoedibjo berada di peringkat ke-22 dengan total  kekayaan  US$ 1,19 miliar. Bahkan, net worth pemilik majalah ekonomi dan bisnis Trust, tabloid remaja Genie, dan harian Seputar Indonesia (yang terbit  2005) versi majalah Forbes, per Maret 2013, US$1,7 miliar.

Pada 2012, MNC mendirikan usaha patungan dengan perusahaan internet China Tencent dan dengan GS Home Shopping, menambah usaha patungan yang sudah ada seperti dengan toko online Jepang Rakuten dan dengan Linktone, sebuah perusahaan media China.

Selain sejumlah jabatan top, sudah digenggamnya: Presiden Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC) dan PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) sejak 2003. Komisaris PT Mobile-8 Telcom Tbk, Indovision dan sejumlah perusahaan di bawah Global Mediacom dan Bhakti Investama.

Kini, seperti dilansir oleh suratkabat Bisnis Indonesia, Bos Grup MNC Hary Tanoesudibjo menyatakan negosiasi yang sedang berlangsung antara pihaknya dan lini media Grup Bakrie PT Visi Media Asia Tbk (VI VA) adalah akuisisi 100% saham operator stasiun televisi ANTV PT Cakrawala Andalas Televisi.

“MNC pasti tidak akan beli saham minoritas. MNC tidak akan pernah negosiasi posisi minoritas. Itu pasti. Dari awal kita bicara soal pembelian 100% saham ANTV,” ujarnya, Rabu (19/6/2013).

Tiga perusahaan milik taipan Indonesia Hary Tanoesoedibjo berencana untuk mengumpulkan dana dari program rights issue sebesar hingga Rp7 triliun tahun ini.

Direktur PT Global Mediacom (IDX: BMTR) Oerianto Guyandi mengatakan kepada The Insider Story  bahwa perusahaan akan merilis hingga 9,1% dari modal mereka dan berharap untuk meraih Rp2,97 triliun. Perusahaan itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa saham akan dijual Rp2.360 per lembar.

Dia mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kepemilikan perusahaan dalam membayar jaringan televisi PT MNC Sky Vision (IDX: MSKY). "Kami bermaksud untuk pembelian kembali saham MSKY itu dari pasar. Dalam pandangan kami, dengan kinerja yang kuat, lebih baik bagi kita untuk meningkatkan kepemilikan kami di MSKY, "kata Guyandi.

Global Mediacom yang layanan berbasis langganan, konten dan media segmen usaha berbasis iklan menyediakan televisi free-to-air untuk penyiaran radio, majalah, koran dan konten mobile.

Bahkan,  Hary Tanoesoedibjo menyiapkan taman hiburan untuk menyaingi taman milik Chairul Tanjung, Trans Studio. Saingan  Trans Studio Theme Park itu terletak di taman Lido, Sukabumi, Jawa Barat.  Lido Lakes Resort lahan yang sebelumnya dikelola oleh  Bakrie Land. Gaya taman hiburan MNC itu konon tidak kalah  maju dibandingkan dengan  Gold Coast di Australia.

 MNC akan mempersiapkan dana puluhan triliun rupiah untuk proyek jangka panjang itu. "Ini proyek jangka panjang. Sekitar sepuluh tahun kemudian.

Sebelumnya, MNC telah membeli Lido Lakes Resort dari Bakrie, jalan yang dikelola oleh calon presiden dari dinasti Bakrie.  MNC telah menghabiskan Rp 2 triliun untuk membeli jalan rtol (Bakrie Toll Road )dan resort itu.

Berdasarkan prospektus penawaran umum terbatas (PUT) tahap II yang dirilis PT MNC Land Tbk (17/4/2013), perseroan yang dulunya bernama PT Kridaperdana Indahgraha itu akan menerbitkan saham baru sebanyak 1,28 miliar saham atau 26,6% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan dengan nilai nominal Rp500 per saham.

Harga pelaksanaan rights issue dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) itu ditawarkan sebesar Rp1.520 per saham sehingga total dana yang akan diperoleh dari PUT ini adalah Rp1,95 triliun.

Setiap pemegang lima saham lama berhak atas 2 HMETD yang mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegang saham untuk membeli 1 lembar saham baru.

Dana hasil rights issue ini digunakan untuk mengakuisisi Lido Lake Resort dan Golf di Sukabumi dengan melakukan transaksi pembelian obligasi wajib konversi dari PT Lido Nirwana Parahyangan dan PT Lido Golf Prima dari Charlton Group Holdings Ltd.

Dan boleh jadi, inilah salah satu kenapa berniat mengakuisi 100% saham ANTV yang dikelola PT Cakrawala Andalas Televisi. Pasalnya, pria, yang pendapatan konsolidasi perusahaannya pada 2012  tumbuh 16% menjadi Rp6,3 triliun dibandingkan dengan Rp5,4 triliun pada tahun lalu --bila divestasi Linktone pada Juli 2012 tidak diikutsertakan, maka pertumbuhan sebenarnya meningkat 25%. Di mana pertumbuhan atas pendapatan sebagian besar berasal dari pendapatan iklan yang meningkat 22%, melebihi pertumbuhan rata-rata industri 15%.

Kiprahnya, mengesankan terjadi persaingan dengan Indonesia miliarder Chairul Tanjung, tulis Reuters menyusul kesepakatan CT –begitu panggilan akrab Chairul--  membeli 80% saham  Operator TV berbayar terbesar kedua negara itu, Telkomvision. Sebelumnya,  pasar televisi berbayar yang ada  saat ini dikuasai Harry Tanoesoedibjo.

CT Corp, sebuah perusahaan induk investasi yang dikendalikan oleh Tanjung, sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia untuk membeli saham PT Indonusa Telemedia atau Telkomvision, tulis Reuters (5/6/2013).

Kesepakatan itu diharapkan akan bernilai kurang dari US$100 juta. Pada 2012 pendapatan Telkomvision adalah Rp405 miliar (US$41,33 juta), sementara  TV berbayar PT MNC Skyvision Operator, yang dikendalikan oleh Hary Tanoesoedibjo, Rp2,4 triliun. Lippo Group dan perusahaan ekuitas swasta CVC Capital Partners Ltd juga memiliki usaha TV berbayar di Indonesia. (dari berbagai sumber)


Editor : Martin Sihombing

 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.