Sabtu, 25 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Puncak Arus Mudik dari Jakarta 3-4 Agustus

Hedwi Prihatmoko   -   Senin, 29 Juli 2013, 17:21 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkirakan puncak arus mudik Lebaran dimulai Sabtu-Minggu 3-4 Agustus mendatang.

Udar Pristono, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, mengatakan pihaknya mengantisipasi puncak arus mudik melalui pengerahan seluruh petugas Dishub DKI sebanyak 600 orang, ditambah dengan beberapa staf.

Di samping itu, antisipasi juga dilakukan di beberapa titik dengan membangun beberapa posko, a.l. posko pemantauan, keamanan, uji kelayakan jalan, kesehatan, dan tes urin bagi supir kendaraan.

"Peak-nya di Sabtu-Minggu karena libur. Titik-titik yang diantisipasi di terminal dan daerah yang berbatasan dengan Bekasi, Tangerang, dan Daan Mogot," ujarnya  di Balai Kota hari ini, Senin (29/7/2013).

Dia mengatakan titik-titik yang menjadi perhatian adalah titik keberangkatan arus mudik di 4 terminal utama, meliputi Terminal Kampung Rambutan, Terminal Lebak Bulus, Terminal Pulogadung, dan Terminal Kalideres. 

Keempat terminal tersebut rencananya juga akan ditempatkan posko keamanan, uji kelayakan jalan, kesehatan, dan tes urin bagi supir kendaraan. Posko-posko ini akan beroperasi sejak H-7 sampai H+7 Lebaran, kecuali posko uji kelayakan jalan yang beroperasi sejak H-9 sampai H+1 Lebaran.

Selain itu, 8 terminal bantuan juga akan difungsikan untuk mengurangi beban arus keberangkatan di terminal utama. Kedelapan terminal bantuan itu meliputi Terminal Rawamangun, Terminal Pinang Ranti, Terminal Tanjung Priok, Terminal Muara Angke, Terminal Rawabuaya, Terminal Tanah Merdeka, Terminal Pasar Minggu, dan Terminal Grogol.

Sementara itu, posko pemantauan akan ditempatkan pada daerah perbatasan DKI Jakarta, bekerja sama dengan pihak kepolisian.

Dia menjelaskan pos pemantauan berfungsi untuk menjaring para pemudik bermotor yang tidak memperhatikan keselamatannya, seperti berkendara dengan membawa beban berlebih.

"Posko pemantauan titik beratnya lebih ke polisi, soalnya berkaitan dengan pelanggaran lalu lintas. Dishub hanya membantu," katanya. 


Editor : Sutarno

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.