Selasa, 02 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

60 Pemudik Lebaran 2013 Tewas Dalam Kecelakaan

Akhirul Anwar   -   Senin, 05 Agustus 2013, 13:21 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Markas Besar (Mabes) Polri mencatat selama mudik Lebaran terjadi 224 kasus kecelakaan yang mengakibatkan 60 orang tewas. Sebagian besar korban meninggal adalah pengendara sepeda motor.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan berdasarkan data berbagai sumber menunjukkan korban jiwa ketika mudik setiap tahun selalu meningkat.

Selama mudik Lebaran 2010 ada 632 orang tewas, 2011 terdapat 587 orang tewas dan 2012 908 orang tewas. "Tentu ini sebuah tragedi, bukan hanya semata statistik rekapitulasi korban meninggal," katanya dalam siaran pers, Senin (5/8/2013).

Selama 2012, dengan 908 orang meninggal, 1.505 orang luka berat, dan 5.139 orang luka ringan. Jumlah itu jika dibandingkan dengan korban akibat bencana ternyata lebih banyak.

Korban bencana 2012 tercatat 641 orang meninggal dan 226 orang hilang atau keseluruhan 867 orang. Ini adalah korban bencana selama 1 tahun dari 13 jenis bencana yang ada. Sedangkan korban mudik lebaran hanya selama 20 hari. "Memang korban bencana tergantung dari magnitude dari bencana yang ada," ujar Sutopo.

Padda 2010 adanya banjir bandang Wasior, tsunami Mentawai, dan erupsi Merapi dan bencana kecil lainnya korban meninggal dan hilang mencapai 4.186 orang. Pada 2011 korban bencana 1.864 orang.

Jumlah tersebut jika dibandingkan dengan korban kecelakaan lalu lintas secara keseluruhan jauh lebih kecil. Korban meninggal 2010 akibat kecelakaan lalu lintas 31.234 orang. Tahun 2011 ada 30.629 orang dan 2012 ada 27.441 orang.

Menurut data World Health Organization (WHO), jalan raya merupakan pembunuh nomor tiga di dunia setelah penyakit Jantung Koroner dan Tubercolosis.

Di Indonesia, menurut data Kepolisian Republik Indonesia, selama tahun 2012 terjadi 109.038 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.441 orang.

 


Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.