Sabtu, 01 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Mudik Lebaran, Uang ATM di Sumsel Ditambah 30%

Dinda Wulandari   -   Senin, 05 Agustus 2013, 16:27 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, PALEMBANG - Industri perbankan di Sumsel telah menambah persediaan uang di mesin ATM hingga 30% dari kondisi normal untuk mengantisipasi lonjakan penarikan yang terjadi selama momen mudik Lebaran 2013.

Kepala Kanwil II Bank Mandiri Sumbagsel Satria mengatakan pihaknya menyiapkan dana sekitar Rp1,2 triliun di mesin ATM yang tersebar di 6 provinsi wilayah Sumbagsel selama periode 3 Agustus 2013-12 Agustus 2013.

“Stok uang tidak ada masalah. Persediaan uang untuk ATM kami siapkan Rp1,2 triliun. Khusus di Kota Palembang sendiri persediaannya sebesar Rp515 miliar. Kenaikan stok uang ini sekitar 30% dari kondisi normal,” katanya saat temu media pada pekan lalu.

Menurut Satria tidak hanya transaksi ATM yang akan meningkat selama mudik Lebaran, transaksi e-banking lainnya, seperti mobile banking, EDC, dan SMS banking juga meningkat.

Dia mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai saat lebaran terus meningkat. Terutama untuk pencairan tunjangan hari raya (THR) dan keperluan mudik.

Sebelumnya, Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) BCA Palembang Fatmahadi Kumala mengatakan transaksi di ATM sudah menunjukkan peningkatan hingga 3 kali lipat dari kondisi normal. "Selama sepekan terakhir ini terlihat jumlah tarikan lebih banyak dari setoran,"katanya.

Industri perbankan mulai menambah uang tunai sejak H-10 Hari Raya karena pertimbangannya masyarakat sudah mulai bersiap melakukan perjalanan ke kampung halaman masing-masing saat itu.


Editor : Sepudin Zuhri

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.