Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Relokasi PKL Tanah Abang, Jokowi Bilang Blok G Sudah Beres

Akhirul Anwar   -   Selasa, 06 Agustus 2013, 19:58 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA—Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengklaim relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Tanah Abang sudah tidak ada masalah, kendati sempat terjadi penolakan.

Menurutnya, penolakan dari PKL selama ini karena ada pihak yang memprovokasi.

“PKL sudah nggak ada masalah, kemarin orang provokasi saja,” katanya saat meninjau Blok G Tanah Abang Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2013).

Hingga kini, renovasi gedung Blok G masih dilakukan pada bangunan jembatan yang dibikin lebih luas, tangga, dan pagar juga masih perlu pembenahan. Begitu juga dengan kios dan lapaknya sudah cukup, sehingga tinggal dibersihkan pemiliknya.

Jokowi mengatakan untuk penentuan sekitar ratusan pedagang di Blok G memang dengan cara lotre terbuka, tetapi penempatannya disesuaikan dengan zonasi masing-masing.

Rencananya, penentuan zonasi akan dilakukan pada 11 Agustus oleh PD Pasar Jaya. “Nanti dilotre terbuka, begitu aja gampang,” ujar Jokowi.

Relokasi PKL Tenabang ke Blok G ini merupakan program Pemprov DKI untuk mengurangi kemacetan di pusat kulakan tekstil dan garmen terbesar di Indonesia tersebut.

Sekitar 700 pedagang menempati Jl. Kebon Jati Baru yang seharusnya dipakai untuk mengurai lalu lintas di kawasan tersebut. Mereka bisa berjualan disana karena membayar sejumlah uang kepada pihak tertentu.


Editor : Nurbaiti

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.