Kamis, 28 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Tips Parkir Mobil Di Malioboro

Akhirul Anwar   -   Jum'at, 09 Agustus 2013, 08:17 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, YOGYAKARTA-- Masyarakat diperkirakan menyerbu kawasan perbelanjaan Malioboro Yogyakarta pada hari kedua Lebaran hari ini. Salah satu kesulitan pengunjung Malioboro adalah mendapatkan ruang parkir mobil.

Kepala UPT Malioboro Syarif Teguh mengatakan keterbatasan ruang parkir penyebab utama arus lalu lintas di Malioboro selalu padat. Ketika jam padat, pengemudi bisa mutar tiga kali untuk mendapatkan parkir yang paling dekat kawasan ikon Yogyakarta tersebut.

"Parkir memang selalu menjadi keluhan dari pengemudi mobil akibatnya bisa sampai tiga kali lewat jalan Malioboro tidak dapat parkir juga," katanya.

Dia memberikan tips bagaimana parkir di Malioboro yakni pilihan pertama datangi kawasan parkir Abu Bakar Ali di ujung utara Jl Malioboro. Kalau sudah penuh, pilihannya di parkir Malioboro Mal atau jalan ventilasi di sekitarnya.

Apabila sudah penuh disarankan langsung menuju parkir Senopati depan gedung Bank Indonesia (BI) atau alun-alun lor sekalian.

"Daripada mutar sampai tiga kali tidak dapat parkir lebih baik langsung ke alun-alun lor saja, karena akan menyebabkan kemacetan," ujar Syarif.

Namun yang perlu diperhatikan kalau parkir di Senopati atau alun-alun lor harus berjala jauh untuk sampai ke Jl Maliboro. Hal itu bisa ditempuh dengan naik becak atau andong. Kalau ingin lebih irit, bisa juga jalan kaki sambil menikmati gedung tua seperti gedung BNI dan gedung Kantor Pos Indonesia di kawasan titik nol kilometer. (ltc)


Editor : Linda Teti Silitonga

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.