Selasa, 29 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Krisis Suriah: Obama Pelajari Opsi Setelah Terjadi Serangan Gas

Winda Rahmawati   -   Minggu, 25 Agustus 2013, 19:50 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, WASHINGTON—Presiden Barack Obama beserta penasihat militer dan keamanan mengeluarkan opsi untuk menanggapi dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah di tengah meningkatnya pertanda bahwa pemerintah menggunakan gas beracun melawan warga sipil.

Obama berbicara dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron, sekutu utama AS, dan sepakat bahwa penggunaan senjata kimia oleh pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad sepantasnya ditanggapi serius.

Oposisi Suriah menghitung bahwa di antara 500 dan lebih 1.000 warga sipil telah terbunuh pada pekan ini oleh gas amunisi yang ditembakkan oleh pasukan pemerinath, dan cuplikan video terhadap tubuh-tubuh korban.

Suriah berusaha untuk menghindari kesalahan dengan mengatakan pasukan tentaranya telah menemukan senjata kimia di terowongan pemberontak.

Menter Luar Negeri AS John Kerry menelepon seorang rekan Suriah-nya untuk menegur pemerintah karena tidak mengizinkan tim pemeriksa PBB memasuki wilayah.

Obama pun tampak enggan campur tangan dalam perang sipil Suriah tetapi laporan pembunuhan di dekat Damaskus telah menaruh tekanan di Gedung Putih untuk menanggapi komentar presiden tahun lalu bahwa penggunaan senjata kimia akan menjadi garis merah bagi AS.

AS memposisikan angkatan laut di kawasan Mediterania untuk memberikan pilihan kepada Obama atas serangan bersenjata.

"Presiden Obama telah meminta Departemen Pertahanan untuk menyiapkan pilihan atas semua kemungkinan," kata Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel, katanya kepada wartawan di Malaysia saat melakukan trip di Asia, Minggu (25/8/2013).

"Kami telah melakuakn itu dan kami bersedia melaksanakan apapun opsinya, jika Obama memutuskan salah satu opsi tersendiri," katanya.  (ra)

 

 


Source : Reuters

Editor : Rustam Agus

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.