Sabtu, 30 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Sopir & Pemilik Metro Mini Dijanjikan Bertemu Jokowi Selasa (3/9/2013)

Hedwi Prihatmoko   -   Kamis, 29 Agustus 2013, 23:45 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Kendati tuntutan menemui Gubernur DKI Jakarta pada hari ini (29/8/2013) tidak terpenuhi, para demonstran akhirnya bersedia meninggalkan Balai Kota setelah berunjuk rasa lebih dari 10 jam.

Zainal Musappa, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemprov DKI , mengatakan pihaknya berjanji akan mempertemukan perwakilan supir dan pemilik Metro Mini dengan Gubernur DKI Joko Widodo pada Selasa (3/9/2013) mendatang.

"Mereka kami minta merumuskan secara tertulis apa yang jadi tuntutannya dan dikasih jadwal Selasa siang bertemu Pak Gubernur," ujarnya, Kamis (29/8/2013).

Zainal menjadi perwakilan Pemprov DKI saat menemui perwakilan demonstran. Dalam negosiasi, selain dijanjikan akan dipertemukan dengan Jokowi, demonstran juga setuju untuk memenuhi persyaratan KIR yang mengharuskan speedometer dan rem tangan bekerja dengan baik.

"Mereka mau memperbaiki speedometer dan rem tangan, cuma minta diberi kesempatan waktu lagi," katanya.
Selain itu, demonstran juga meminta penangkapan dan pengandangan Metro Mini dihentikan sementara sampai pertemuan dengan Jokowi berlangsung.

Demonstrasi para supir dan pemilik Metro Mini berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Kemudian sekitar pukul 17.00, Pemprov DKI menerima perwakilan demonstran untuk bernegosiasi. Negosiasi berlangsung sampai sekitar pukul 19.00 WIB.

Pada pukul 19.25 WIB, para demonstran yang sempat memblokir arus lalu lintas di Jl. Merdeka Selatan berangsur-angsur mulai meninggalkan Balai Kota. Demonstrasi berlangsung dengan aman dan tidak terjadi bentrok fisik sama sekali.


Editor : Sepudin Zuhri

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.