Sabtu, 30 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Reshuffle Dubes RI: Fauzi Bowo Diplot Duduki Pos Jerman

Fitri Sartina Dewi   -   Kamis, 05 September 2013, 04:33 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA—Anggota Komisi I DPR  Helmy Fauzi menyetujui rencana penunjukkan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau yang lebih dikenal dengan panggilan Foke ini sebagai Duta Besar RI di Jerman.

Menurutnya, banyaknya pengalaman Foke di negara Jerman menjadi pendukung kuat baginya untuk ditunjuk sebagai Duta Besar Jerman.

“Foke sangat memadai untuk menjadi Duta Besar Jerman karena pernah memiliki pengalaman menempuh pendidikan di negara tersebut,” ujarnya yang ditemui usai menghadiri rapat tertutup antara Komisi I DPR RI dengan Kasad Letjen TNI Budiman, Rabu (4/9).

Namun, Helmy memiliki pendapat bahwa Foke ini sebaiknya dicalonkan sebagai Presiden atau diangkat menjadi Menteri. Pengetahuan dan pergaulan internasional yang luas dianggapnya sebagai faktor pendukung Foke untuk menjadi Menteri atau bahkan Presiden.

“Saya menyayangkan jika orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman luas seperti Foke ditunjuk sebagai Dubes Jerman,” imbuhnya.

Menurutnya, pengajuan sejumlah nama-nama ke Komisi I DPR yang membidangi urusan Luar Negeri ini masih dalam proses pengkajian. Selain Foke, Yusron Mahendra adik Yusril Ihza Mahendra juga dikabarkan akan ditunjuk sebagai Duta Besar RI di Jepang.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan akan melakukan perombakan duta besar secara besar-besaran dan telah menyiapkan beberapa nama untuk dipertimbangkan menjadi perwakilan Duta Besar RI di beberapa negara.




Editor : Bambang Supriyanto

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.