Rabu, 17 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Kecelakaan Maut: Dul, Putra Ahamd Dhani, Jalani Tes Urine

Rustam Agus   -   Minggu, 08 September 2013, 15:11 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA--Abdul Qodir Jaelani (13) alias Dul, putra penyanyi Ahmad Dhani telah menjalani tes urine di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan setelah terlibat kecelakaan lalu lintas yang menewaskan enam orang di Tol Jagorawi KM 8, Minggu dinihari (8/9/2013).

"Sudah tes urine, tapi belum keluar hasilnya," kata Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono, tulis Antara, Minggu (8/9/2013).

Dia menambahkan petugas kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara di Tol Jagorawi KM 8, guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Penyidik kepolisian belum menetapkan tersangka terkait kecelakaan lalu lintas yang menewaskan enam orang dan melukai sembilan orang tersebut.

Seperti diketahui, Dul yang mengendarai mobil Lancer bernomor polisi B-80-SAL terlibat kecelakaan dengan mobil Daihatsu bernomor polisi B-1349-TEN dan Avanza plat nomor B-1882-UZJ.

Dul mengendarai mobil dari arah selatan menuju utara, kemudian kehilangan kendali akibat diduga tidak konsentransi.

Mobil itu menabrak pagar pemisah sehingga masuk jalur berlawanan dan menghantam Daihatsu Grand Max yang melaju dari arah utara ke selatan.

Kemudian mobil Daihatsu itu terdorong sehingga menabrak Avanza bernomor polisi B-1882-UZJ. (ra)


Source : Newswire

Editor : Rustam Agus

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.