Rabu, 26 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Ahmad Dhani Bilang Dul Pulang Ngantar Pacar Saat Tabrakan Maut

Ismail Fahmi   -   Minggu, 08 September 2013, 09:17 WIB

BERITA TERKAIT

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4

Bisnis.com, JAKARTA—Musisi Ahmad Dhani mengungkapkan putranya Abdul Qodir Jaelani atau yang akrab disapa Dul baru pulang  mengantar pacarnya di Bogor  saat terjadi tabrakan maut di tol Jagorawi  Minggu (8/9/2013) dinihari yang menelan 5 korban tewas.

“Katanya Dul baru habis mengantar pacarnya. Dia pulang dari Bogor menuju rumah di Pondok Indah,” ujarnya sebagaimana disiarkan TvOne saat menjenguk Dul di RS Melia, pagi ini.

Menurut pentolan Grup Band Dewa 19 itu,  putra bungsunya  tadi sekarang sudah siuman tapi masih mengalami trauma atas peristiwa yang dialaminya.

Dhani membenarkan  dalam kecelakaan maut di tol Jagorawi km 18,  Dul mengalami patah tulang dan lecet-lecet pada bagian kulit. “Dia sudah dirujuk untuk dipindahkan perawatannya ke RS Pondok Indah.”

Siapa pacar Dul?  Pada ulang tahun ke-41 Ahmad Dhani Mei lalu, Dul mengenalkan pacarnya kepada sang ayah seorang wanita teman sekolahnya bernama Arin.

Menurut Dul, dia telah mendapatkan izin dari ibundanya Maia Estianty. Bahkan sang ibu berpesan kepadanya agar menjaga baik-baik anak orang.

Sang ayah  pun,  lanjutnya, setuju  jika putra bungsunya ini memutuskan berpacaran dalam usia belia yakni 13 tahun.  

Baca Juga:

 


Editor : Ismail Fahmi

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.