Rabu, 23 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Tabrakan Maut Jogorawi: Sesuai UU Perlindungan Anak, Dul Bebas dari Tuntutan Hukum

Yusran Yunus   -   Senin, 09 September 2013, 11:21 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Musisi Ahmad Dhani, orang tua dari Abdul Qodir Jaelani (Dul, 13 tahun), dinilai sebagai orang yang paling bertanggungjawab dan bisa diperkarakan karena UU Sistem Peradilan Anak menyebutkan anak usia 18 tahun ke bawah tidak bisa bertanggungjawab atas suatu perkara hukum.

"Sesuai UU Perlindungan Anak, dalam kasus kecelakaan ini yang paling bertanggungjawab adalah orangtuanya," kata Eva Kusuma Sundari, anggota Komisi III DPR RI.

Eva menilai peristiwa itu terjadi karena kelalaian orang tua dalam mengawasi anaknya.

"Karena orangtuanya menyebabkan si anak kacau termasuk anak jadi frustasi. Jadi saya melihat si Dul korban juga dari orang tua yang salah dalam mendidik anak. Serta lingkungan yang tidak normal sehingga mengganggu pertumbuhan anak," ujarnya. (foto: youtube)

Walaupun di bawah umur, Dul harus bertanggungjawab secara hukum namun dengan pertimbangan-pertimbangan khusus.

"Misalnya melalui diversi yang dipimpin oleh hakim. Tapi si Dul harus dibina khusus bersama orang tuanya untuk dipulihkan bersama-sama," tegasnya.

Enam korban tewas dan beberapa luka-luka akibat kecelakaan tabrakan mobil yang dikemudikan anak berusia 13 tahun, Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul (13), putra bungsu musisi Ahmad Dhani. (antara/yus)


Editor : Yusran Yunus

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.