Sabtu, 23 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Prancis Puji Kesepakatan Pemusnahan Senjata Kimia Suriah

Nenden Sekar Arum   -   Sabtu, 14 September 2013, 21:57 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, PARIS – Prancis memuji kesepakatan yang dicapai oleh Amerika Serikat dan Rusia terkait rencana pemusnahkan senjata kimia Suriah sebagai sebuah terobosan.

Menteri Luar Negeri Laurent Fabius dalam sebuah pernyataan menilai hal tersebut sebagai langkah maju yang signifikan, setelah Rusia dan Amerika mencapai kesepakatan tersebut di Jenewa.

Selain itu, Fabius menambahkan pihaknya sedang menunggu informasi lanjutan dari inspektur Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengenai aksi militer terhadap Damaskus. Diketahui Prancis merupakan pendukung utama Washington dalam mengadvokasi aksi militer terhadap Damaskus.

"Prancis akan menanti laporan yang diterbitkan Senin (16/9/2013) oleh inspektur PBB yang menyelidiki pembantaian di Damaskus sebelum merumuskan sikap definitif," katanya.

Sementara itu tim PBB akan mengumumkan temuannya tentang penyelidikan atas dugaan serangan senjata kimia pada 21 Agustus lalu yang memicu kecaman internasional.

Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague dijadwalkan untuk bertemu di Paris pada hari Senin pekan depan guna membahas rincian pelaksanaan kesepakatan tersebut.

Rancangan yang disusun oleh Kerry di Jenewa itu menyepakati penghapusan dan penghancuran senjata kimia Suriah pada pertengahan 2014.

Sementara itu, pihak Rusia mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB akan mengambil tindakan jika Damaskus gagal memenuhi kewajiban internasionalnya terkait senjata kimia.


Source : Antara

Editor : Bambang Supriyanto

 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.