Minggu, 21 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KPK Benarkan Temukan Narkoba di Ruang Kerja Akil Muchtar

Mia Chitra Dinisari   -   Jum'at, 04 Oktober 2013, 18:16 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi membenarkan jika penyidik KPK menemukan narkoba di ruang kerja Ketua MK Akil Muchtar, saat penggeledahan dilakukan semalam.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan saat ini barang bukti berupa narkoba itu sudah diserahkan KPK pada kepala keamanan MK dari kepolisian yakni Kompol Edi Suyitno.

Adapun jenis narkoba yang ditemukan, katanya, berupa ganja dan ekstasi, selain itu juga ditemukan obat kuat berbentuk oles. Penyerahan barang temuan itu, menurut Johan karena tidak berkaitan dengan kasus korupsi yang ditangani KPK.

"Kita sudah serahkan temuan itu, kepada yang berwenang, karena KPK hanya menyita barang yang terkait dengan kasus," ujarnya.

Meski menemukan narkoba, Johan mengatakan hingga saat ini belum diketahui siapa pemilik barang terlarang tersebut. Nantinya, temuan itu akan ditindaklanjuti oleh yang lebih berhak mengusutnya.

Bukti penyerahan barang itu, sudah tertulis dalam berita acara pemeriksaan.

Sementara itu, dalam pengggeledahan yang dilakukan di rumah dinas Akil di Widya Chandra, KPK juga menemukan uang tunai senilai Rp2,7 miliar.

Uang tersebut disimpan dalam dua tas, yang kemudian diamankan untuk keperluan penyidikan. (ltc)


Editor : Linda Teti Silitonga

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Berlangganan ePaper Bisnis dan Indonesia Business Daily bisa dengan PayPal. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.