Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Hari Raya Idul Adha Ditetapkan Jatuh pada 15 Oktober 2013

Miftahul Khoer   -   Minggu, 06 Oktober 2013, 14:15 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA- Pemerintah menetapkan hari raya Idul Adha, 10 Zulhijjah jatuh pada 15 Oktober 2013 yang diawali dengan permulaan bulan Zulhijjah pada hari ini (6/10/2013).

Abdul Djamil, Dirjen Bimas Kementerian Agama, mengatakan penetapan tersebut sesuai hasil sidang itsbat awal Zulhijjah 1434H di kantor Kementerian Agama Jl. MH Thamrin Jakarta, Sabtu (5/10/2013) malam.

Sidang dihadiri pimpinan MUI dan perwakilan ormas Islam yang tergabung dalam  Badan Hisab dan Rukyat.

“Penetapan sidang itsbat  melalui metode hisab dan rukyat,” kata Dirjen Abdul Djamil dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Minggu (6/10/2013).

Syariah Muchtar Ali, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan, sebelumnya melaporkan bahwa hasil hisab yang dihimpun Tim Hisab Rukyat Kemenag dari berbagai sumber menyatakan, ijtimak awal Zulhijjah 1434 H jatuh pada Sabtu, 5 Oktober 2013 bertepatan dengan 29 Zulqa’dah 1434 H sekitar pukul 07:35 WIB.

Keterangan resmi menambahkan almanak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan bahwa ijtimak akhir Zulqa’dah 1434 H jatuh hari Sabtu, 5 Oktober 2013 jam 07:31:24 WIB tinggi hilal 3 derajat 39 menit 48 detik.

“Laporan rukyat yang telah masuk pada sidang itsbat dari Kolaka, Sulawesi Tenggara menyatakan melihat hilal,” kata Muchtar.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Hari Arafah jatuh pada hari Senin, 14 Oktober 2013 dan Idul Adha jatuh pada Selasa, 15 Oktober 2013.

Muhammadiyah menghitung ijtimak jelang Zulhijah 1434 H terjadi pada hari Sabtu, 5 Oktober 2013 pukul 07:36:13 WIB.


Editor : Hery Lazuardi

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.