Jum'at, 19 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Siapa Sebenarnya Bunda Putri? Ini Penjelasan SBY

Demis Rizky Gosta   -   Kamis, 10 Oktober 2013, 23:53 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan Bunda Putri yang disebut-sebut dalam sidang Ahmad Fathanah adalah istri salah satu pejabat Kementerian Pertanian.

Presiden mengatakan informasi tersebut diberikan oleh Menteri Pertanian Suswono ketika dihubungi Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengenai sosok Bunda Putri.

SBY meminta Mensesneg menghubungi Suswono setelah Luthfi Hasan menyebut Bunda Putri sebagai orang yang sangat dekat dengan Presiden.

"Pak Suswono katakan Bunda Putri istri dari salah satu pejabat di Kementerian Pertanian, katanya juga pengusaha ekspor asal Cilimus, Jawa Barat," katanya dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (10/10).

Kepala Negara mengatakan akan terus mengumpulkan informasi mengenai sosok Bunda Putri. Dia mengharapkan sudah memiliki data lebih lengkap dalam 1-2 hari mendatang.

"Akan makin tahu siapa-siapa yang bermain dengan kata-kata yang bohong itu. Apa tujuannya dan sebagainya," kata SBY.

Luhfi, mantan Presiden Partai Keadlian Sejahtera, pagi ini bersaksi di dalam sidang kasus suap impor daging sapi dengan tersangka Ahmad Fathanah.

Dalam sidang tersebut, Luthfi mengaku mengenal Bunda Putri sebagai orang yang sangat dekat dengan SBY dan sangat tahu informasi kebijakan reshuffle kabinet.


Editor : Bambang Supriyanto

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.