Sabtu, 23 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Quick Count Pilkada Deli Serdang Tidak Ada, 1,44 Juta Warga Punya Suara

Bambang Supriyanto   -   Rabu, 23 Oktober 2013, 14:50 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, LUBUK PAKAM, Sumut  - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Deliserdang Zakaria Siregar mengatakan tidak ada lembaga yang melakukan penghitungan cepat (quick count) pada pilkada daerah itu yang berlangsung 23 Oktober 2013.

"Sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi tentang adanya lembaga yang akan melakukan penghitungan cepat hasil pemungutan suara Pilkada Deliserdang," katanya di Lubuk Pakam, Rabu (23/10).

Dia menjelaskan meskipun nantinya ada suatu lembaga yang menyatakan melakukan penghitungan cepat, namun tentunya itu belum dapat dijadikan patokan oleh masyarakat.

"Tetaplah hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU yang menjadi patokan, demikian juga kalau ada penghitungan yang dilakukan masing-masing calon," katanya.

Pilkada Deliserdang, diikuti Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.449.099 jiwa, masing-masing terdiri dari 721.133 perempuan dan 727.966 laki-laki.

Pilkada Deliserdang akan diikuti 11 pasangan calon bupati-wakil bupati, yakni Ashari Tambunan-Zainuddin Mars yang diusung PAN, PKB, PBB, dan Gerindra.

Selanjutnya, pasangan Tengku Ahmad Thala'a-Hardi Mulyono (Golkar, PPP, Partai Patriot), Fatmawati Takrim-Subandi (Demokrat), Timbangen Ginting-Parningotan Sembiring (PDIP, PPRN, PDK, PKPI, PIS, Partai Buruh, Partai Kedaulatan, PKDI, dan PDS), dan Muhammad Idris-Satrya Yudha Wibowo (PKS, Hanura).

Sedangkan pasangan calon yang maju dari jalur perseorangan, yakni Harun Nuh-Bambang Hermanto, Rabu Alam-Purnama Ginting, Eddy Azwar-Selamat, Musdalifah-Syaiful Syafri, Sudiono-Haris Binar Ginting, dan Sihabuddin-Namaken Tarigan.


Source : Antara

Editor : Bambang Supriyanto

 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.